Mantan Direktur PTPN XI Korupsi Mesin Tebu, KPK : Menghambat Pemulihan Ekonomi Nasional

Raka Dwi Novianto ยท Jumat, 26 November 2021 - 09:39:00 WIB
Mantan Direktur PTPN XI Korupsi Mesin Tebu, KPK : Menghambat Pemulihan Ekonomi Nasional
Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata menyayangkan masih adanya praktik korupsi di bidang pengadaan barang dan jasa. (Foto Sindonews).

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Direktur Produksi PT Perkebunan Nusantara XI (PTPN XI), Budi Adi Prabowo (BAP) sebagai tersangka. Budi ditetapkan tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan dan pemasangan six roll mill atau mesin giling tebu di Pabrik Gula Djatiroto milik PTPN XI. 

Budi Adi Prabowo ditetapkan sebagai tersangka bersama-sama dengan Direktur PT Wahyu Daya Mandiri (PT WDM), Arif Hendrawan (AH). Keduanya diduga telah merugikan keuangan negara sekira Rp15 miliar dari total nilai kontrak pengadaan dan pemasangan mesin giling tebu senilai Rp79 miliar.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata menyayangkan masih adanya praktik korupsi di bidang pengadaan barang dan jasa yang merugikan keuangan negara. Selain merugikan keuangan negara, kata Alexander, korupsi pengadaan dan pemasangan mesin giling tebu tersebut juga telah menghambat pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi.

"Korupsi pada sektor ini membuat ongkos usaha menjadi tinggi sehingga produk yang dihasilkan tidak sesuai kualitas dan spesifikasi yang semestinya. Hal tersebut menimbulkan kerugian keuangan negara sekaligus menghambat pemulihan ekonomi nasional," kata Alex, sapaan karib Alexander Marwata melalui keterangan resminya, Jumat (26/11/2021).

Editor : Faieq Hidayat

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: