Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hashim Beri Warning! Rupiah Bisa Tembus Rp21.000 per Dolar AS jika Isu MSCI Tak Diselesaikan
Advertisement . Scroll to see content

Masih Loyo, Rupiah Akhir Pekan Ditutup Melemah ke Rp18.147 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:14:00 WIB
Masih Loyo, Rupiah Akhir Pekan Ditutup Melemah ke Rp18.147 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah melemah 10 poin atau 0,06 persen ke level 18.147 per dolar AS pada akhir perdagangan, Jumat (30/10/2026). (Foto: Ilustrasi/iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan, Jumat (30/10/2026). Rupiah melemah 10 poin atau 0,06 persen ke level 18.147 per dolar AS.

Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, salah satu sentimen datang dari eksternal yakni pasar kembali bergejolak setelah The Wall Street Journal melaporkan bahwa kepala Komando Pusat AS, Laksamana Brad Cooper memberi penjelasan kepada Presiden Donald Trump mengenai opsi militer terhadap Iran di Gedung Putih bersama dengan Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan sejumlah pejabat senior lainnya. 

“Menurut laporan tersebut, pertemuan itu membahas blokade yang terus dilakukan oleh AS serta kemungkinan dimulainya kembali operasi tempur berskala besar,” tulis Ibrahim dalam risetnya.

Selain itu, Trump telah mengisyaratkan bahwa serangan baru mungkin terjadi setelah pemilihan paruh waktu AS pada 3 November. Pada hari Rabu, saat ditanya apakah ia merencanakan serangan tambahan, Trump menyatakan bahwa "segala kemungkinan bisa terjadi."

Perkembangan ini telah meredupkan harapan akan penyelesaian diplomatik, bahkan di saat Washington tengah berupaya menjalin kontak baru dengan Teheran untuk menghidupkan kembali negosiasi yang bertujuan mengakhiri konflik.

Wakil Presiden AS JD Vance telah menghubungi pejabat keamanan Iran, Mohsen Rezaei, dalam upaya untuk menghidupkan kembali negosiasi, sementara pihak penengah tengah menyusun kerangka kerja yang mungkin digunakan untuk mengakhiri konflik tersebut.

Namun, Teheran dilaporkan telah menolak usulan penyelesaian tersebut, sehingga prospek tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat menjadi tidak pasti.

Dari sentimen dalam negeri, ketegangan politik yang terus berlanjut di tengah aksi protes mahasiswa di berbagai kota besar sejak awal Oktober menjadi salah satu faktor yang menambah ketidakpastian ekonomi Indonesia. 

Aksi demonstrasi tersebut mencerminkan adanya ketidakpuasan sebagian masyarakat terhadap sejumlah kebijakan pemerintah, termasuk penanganan kebakaran hutan, persoalan lingkungan, serta penggunaan anggaran negara untuk berbagai program pemerintah.

Perkembangan politik ini perlu diperhatikan karena stabilitas politik memiliki hubungan erat dengan kepercayaan investor dan kondisi perekonomian nasional.

“Pemerintah perlu membuka ruang dialog dengan mahasiswa dan masyarakat, mengevaluasi kebijakan yang menjadi tuntutan demonstran, serta menjaga agar aksi penyampaian pendapat berlangsung aman dan kondusif,” tuturnya.

Apabila ketegangan politik dapat dikelola dengan baik, kepercayaan investor diharapkan dapat kembali pulih. Sebaliknya, jika situasi terus berlarut-larut, tekanan terhadap rupiah, IHSG, investasi, dan perekonomian Indonesia berpotensi semakin besar.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp18.140-Rp18.190 per dolar AS. Sedangkan dalam perdagangan pekan depan diprediksi dalam rentang Rp18.000-Rp18.320 per dolar AS.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut