Masih Tentang Mbah Moen yang Dimakamkan di Ma'la Makkah, Urutan ke-41

Felldy Utama ยท Kamis, 08 Agustus 2019 - 14:13 WIB
Masih Tentang Mbah Moen yang Dimakamkan di Ma'la Makkah, Urutan ke-41

Almarhum KH Maimoen Zubair. (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id - Jenazah Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimoen Zubair dimakamkan di Jannatul Ma'la Makkah, Arab Saudi, Selasa, 6 Agustus 2019. Ketua Majelis Syariah Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu, meninggal pukul 04.17 waktu Arab Saudi saat hendak salat Tahajud.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bidang Hukum, HAM, dan Perundang-undangan Robikin Emhas mengatakan, pihaknya perlu menyampaikan informasi terkait pemakaman ulama karismatik yang akrab disapa Mbah Moen itu. Hal itu juga sekaligus menjawab pertanyaan wartawan terkait detail lokasi Mbah Moen dimakamkan.

"Syaikhina KH Maimoen Zubair dimakamkan di Jannatul Ma'la Makkah, Komplek 70 Nomor 151, urutan ke-41. Demikian sebagaimana keterangan KH Damanhuri, Rais Syuriah PCNU Bantul, Selasa, 6 Agustus 2019," tuturnya dalam keterangan di Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Robikin menjelaskan, Jannatul Ma'la atau Komplek Pemakaman Ma'la sudah ada sejak sebelum zaman jahiliyah. Jannatul Ma'la adalah makam kuno di Kota Makkah. "Jamaah haji Indonesia biasa menyebutnya Maqom Ma’la," ujarnya.

Komplek pemakaman ini, menurut dia, diperkirakan sudah ada sejak 1.700 tahun lalu. Secara geografis komplek makam ini berhadapan dengan Jabal Assayyidah, atau Bukit Siti Khadijah, di daerah al Hujun, Makkah.

"Jaraknya sekitar 1,1 km arah utara dari Masjidil Haram. Dibutuhkan kira-kira 25 menit bagi peziarah yang ingin berjalan kaki dari Masjidil Haram," kata Robikin.

Konon, orang pertama yang dimakamkan di Ma’la adalah Qushay bin Kilab, tokoh yang dianggap kakek moyang suku bangsa Quraish. Nabi Muhammad termasuk suku bangsa Quraish, karena itu kakek Nabi Muhammad juga dimakamkan di Ma’la, antara lain Abdu Manaf bin Qushay, Hasyim bin Abdu Manaf dan Abdul Muthalib bin Hasyim.

"Demikian juga paman-paman Nabi Muhammad SAW seperti Abu Thalib. Juga kedua putera beliau: Al-Qasim dan At-Thayib," ujar Robikin.

Di Ma’la, dia menambahkan, juga dimakamkan Sumayyah bin al-Khabbath (wanita pertama yang mati syahid), Abdullah bin Yasir (saudara ‘Ammar bin Yasir), serta putri dan putra sahabat Abubakar Siddiq ra, yaitu Asma’ binti Abubakar Siddiq ra dan  Abdurahman bin Abubakar Siddiq, serta putra sahabat Umar bin Khattab yaitu Abdullah bin Umar bin Khattab.

"Masih banyak lagi sahabat Nabi Muhammad SAW yang dimakamkan di Ma’la," kata Robikin.

Dulu, Dia mengungkapkan, di pemakaman ini ada kubah besar yang menaungi makam Siti Khadijah. Para peziarah jadi lebih mudah menemukan pemakaman ini. Namun, kubah tersebut diratakan Pemerintah Arab Saudi agar tidak dikeramatkan peziarah.

"Sebelumnya, tak sedikit juga ulama besar nusantara dimakamkan di sini. Antara lain Syaikh Ahmad Khatib Sambas, Syaikh Abdul Karim Al Bantani, Syaikh Nawawi Al Bantani, Syaikh Muslih Mranggen, dan masih banyak lagi," tutur Robikin.

Editor : Djibril Muhammad