JAKARTA, iNews.id - Sekretaris Jenderal Dewan Masjid Indonesia (DMI) Imam Addaruqutni mengakui masjid besar di Arab Saudi seperti Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menggunakan pengeras suara ke luar saat azan. Kedua masjid itu juga menggunakan speaker ke luar saat salat berjemaah dan salat tarawih.
Menurut Imam, kedua masjid tersebut menggunakan speaker ke luar karena memang menampung jemaah salat yang sangat banyak. Tak jarang jemaah di masjid itu berhamburan hingga ke sepanjang jalan.
Polisi Korsel Gerebek Markas Badan Intelijen, Imbas Drone Ditembak Jatuh di Korut
Oleh karena itu, Imam menilai penggunaan speaker ke luar di dua masjid tersebut berbeda konteks dengan kondisi di Indonesia.
"Jadi di Saudi khususnya di Masjidil Haram itu orang salat sampai membeludak, yang mana wilayah sekitar masjid cukup jauh. Makanya suara mesti keluar di sana. Jadi konteksnya itu tidak sama dengan Indonesia," kata Imam saat dihubungi MNC Portal.
MUI Sebut Masjid Nabawi Bolehkan Buka Puasa Bersama Asal Jangan Ngobrol
"Karena Masjid Nabawi dan Masjidil Haram ini orang salat itu pasti sampai di mana-mana. Bayangkan saja kalau suaranya tidak keluar, orang salat kacau," ujar dia.
Hal ini menurutnya berbeda dengan masjid di Indonesia yang kebanyakan bisa menampung jemaah di dalam ruangan masjid sendiri. Sehingga ketika melaksanakan salat jemaah atau salat tarawih dianjurkan menggunakan pengeras suara ke dalam.
Menurut Imam, masjid lain di Arab Saudi selain Masjidil Haram dan Masjid Nabawi juga banyak yang menggunakan speaker ke dalam.
"Sebenarnya out of context membandingkan masjid Indonesia dengan Masjidil Haram. Kalau masjid di luar Masjidil Haram itu di Al-Aziziyah, Mekah, dengan speaker ke dalam karena jemaah yang terbatas," ujar dia.
Editor: Reza Fajri