Masyarakat Bakal Terima Vaksin Covid Berlabel Hanya untuk Uji Klinis, Ini Kata Kemenkes
JAKARTA, iNews.id - Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi membantah masyarakat akan menerima vaksin Covid-19 buatan Sinovac berlabel 'hanya untuk uji klinis'. Pesan beredar di dunia maya mengenai label tersebut hoaks atau berita bohong.
"Iya (pesan yang beredar di WhatsApp tidak benar atau hoaks)," kata Nadia saat dikonfirmasi MNC Portal, Sabtu (2/1/2021) malam.
Nadia mengatakan kabar bohong tersebut berpotensi menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat yang disuntik vaksin. Dia memastikan semua vaksin Covid-19 sedang tersimpan di gudang biofarma, sehingga belum ada satupun vaksin yang beredar ke masyarakat.
"Sedang tersimpan di gudang biofarma dan menunggu izin dari BPOM ya untuk kita mulai vaksinasi," ujarnya.
Dia berharap, persoalan izin BPOM masih tetap sesuai dengan rencana yang telah ditargetkan. Dalam hal ini, proses izin vaksin bisa selesai pada Januari 2021.
"Sesuai yang sudah diinfokan ya, (izin BPOM keluar) sekitar mungkin (pekan) ke dua atau ke 3 Januari ya," katanya.
Diketahui, foto kemasan vaksin Covid-19 dari Sinovac Biotech viral atau beredar di dunia maya. Dalam kemasannya tertulis dengan bahasa Inggris SARS-CoV-2 Vaccine (Vero cell) Inactived dengan ukuran 0,5 ml.
Adapun kemasan vaksin didominasi warna putih dengan sedikit corak warna oranye. Di dalam kemasan tertulis dalam bahasa China yang intinya adalah spesifikasi setiap tabung berisi 0,5 ml. Adapun dosis untuk setiap manusia adalah 0,5 ml.
Editor: Faieq Hidayat