Masyarakat Bali di Berlin Rayakan Galungan di Taman Garten der Welt

Ilma De Sabrini ยท Kamis, 25 Juli 2019 - 14:15 WIB
Masyarakat Bali di Berlin Rayakan Galungan di Taman Garten der Welt

Dubes RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno saat hadir dalam perayaan Galungan di Pura Tri Hita Karana, Garten der Welt, Berlin, Jerman, Rabu (24/7/2019). (Foto: Istimewa).

BERLIN, iNews.id - Ritual Hari Raya Galungan tak hanya dirayakan di Bali. Di Jerman, masyarakat Bali yang tinggal di Berlin juga ikut melakukan ritual persembahyangan, lengkap dengan baju adat dan kain kamen.

Berbeda dari yang lain, upacara Galungan di Berlin ini diselenggarakan di Pura Tri Hita Karana yang terletak di dalam salah satu taman terbesar di Ibu Kota Jerman, Garten der Welt. Lokasinya tepat di sebelah kiri dari pintu masuk utara taman ini.

Layaknya taman yang terbuka untuk umum, saat ritual dilaksanakan banyak para pengunjung taman yang juga ikut menyaksikan.

Saat berada di pura ini, suasananya tidak lagi seperti di Jerman, melainkan persis seperti di Bali. Pasalnya Pura yang berada di dalam Balinesischer Garten (Taman Bali) ini didesain dengan atmosfer yang sama dengan di Bali, mulai suhu, kelembaban udara sampai pada bangunan dan tanaman-tanaman di sekitarnya.

Taman Bali ini dibangun di dalam rumah kaca sehingga suhu dan kelembaban udara dirancang serupa dengan iklim tropis. Karena itu, rumah kaca Taman Bali ini juga disebut sebagai Hall Tropis.

“Di tiang-tiang bangunan rumah kaca ini ada semacam pipa untuk sirkulasi air panas dan dingin yang kemudian menghasilkan uap air. Dengan begitu suhu dan kelembaban udaranya bisa terjaga sepanjang tahun, meskipun di musim-musim yang berbeda,“ kata Konsultan Senior sekaligus Ambassador Garten der Welt, Beate Reuber, saat menerima Duta Besar RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno, dalam keterangan tertulis yang diterima iNews.id, Kamis (25/7/2019).

Bali merupakan satu dari sekitar 15 tema taman yang ada di Taman Dunia ini. Di bagian depan Taman Bali juga dilengkapi sebuah kafe dengan ornamen khas Bali.

Meskipun jumlah masyarakat Bali di Berlin relatif sedikit, tapi kegiatan-kegiatan yang dilakukan cukup banyak dan beragam. Mereka tergabung dalam Kelompok Nyama Braya Bali. Di Pura Tri Hita Karana ini mereka melakukan ibadah rutin dan perayaaan hari besar keagamaan umat Hindu.

“Kami bersyukur punya tempat ibadah yang tetap di Berlin ini. Tempatnya pun bagus karena memang jadi objek wisata yang cukup banyak dikunjungi. Jadi tempatnya terawat dan bersih karena dikelola oleh pihak taman,” kata Ketua Nyama Braya, Ngurah Darma Kesuma. Dia menambahkan, komunikasi masyarakat Bali dengan pihak pengelola juga berjalan baik.

Saat menyambut kedatangan Dubes Oegroseno di acara perayaan Galungan ini, Reuber juga menyampaikan banyak informasi tentang Taman Bali serta kegiatan-kegiatannya.

Reuber menceritakan, taman ini di bawah supervisi Pemerintah Kota Berlin. Dalam perkembangannya pembangunan Pura ini juga pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah DKI Jakarta dalam kerangka Sister City dengan Pemkot Berlin.

“Terima kasih sekali buat Garten der Welt atas fasilitasi dan kerja samanya. Ke depan kita perlu rancang event yang bisa kita selenggarakan di tempat ini,. Selain suasananya enak, kita juga sekaligus bisa promosi Indonesia ke publik Jerman,” kata Oegroseno.

Usai upacara persembahyangan Galungan selesai, Oegroseno sempat berbincang-bincang dan berfoto bersama dengan masyarakat Bali yang hadir. Walaupun jumlahnya sedikit, yakni sekitar 15 orang, namun suasana akrab dan bersahabat sangat bisa dirasakan.

“Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan ya, Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kesejahteraan dan keselamatan untuk kita semua,“ kata Oegroseno.

Editor : Zen Teguh