Matahari Tepat di Atas Ka'bah 27-28 Mei, Ini Cara Cek Arah Kiblat dari Kemenag

Widya Michella Nur Syahid ยท Rabu, 25 Mei 2022 - 15:54:00 WIB
Matahari Tepat di Atas Ka'bah 27-28 Mei, Ini Cara Cek Arah Kiblat dari Kemenag
Ilustrasi matahari melintas di atas Ka'bah (Foto: Ilustrasi/Ist)

JAKARTA, iNews.id - Fenomena matahari melintas di atas Ka'bah diperkirakan akan terjadi pada 27-28 Mei 2022. Umat Muslim pun bisa meluruskan arah Kiblat dengan cara dari Kementerian Agama (Kemenag)

Fenomena yang dikenal dengan istilah istiwa a’zham atau rashdul qiblah ini dianggap dapat dimanfaatkan untuk memverifikasi arah kiblat. Menurut Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag Adib hal itu karena saat matahari melintas di atas Ka’bah, bayangan semua benda yang terkena sinar matahari akan menunjuk lurus ke arah kiblat.

“Rashdul qiblah bisa dimanfaatkan untuk memverifikasi arah kiblat. Peristiwa alam ini terjadi pada 27 dan 28 Mei 2022 pukul 16.18 WIB atau 17.18 WITA. Bayang-bayang benda yang berdiri tegak lurus, di mana saja, akan mengarah lurus ke Ka’bah,” tutur Adib dikutip dalam keteranganya di Jakarta, Rabu,(25/05/2022).

Mantan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat ini menyampaikan, setidaknya ada beberapa tahapan yang perlu diperhatikan dalam proses verifikasi arah kiblat. Pertama adalah memastikan benda yang menjadi patokan harus benar-benar berdiri tegak lurus atau bisa menggunakan lot/bandul.

“Selain itu, permukaan dasar harus betul-betul datar dan rata, serta jam pengukuran harus disesuaikan dengan BMKG, RRI, atau Telkom. Bisa juga menggunakan jam digital di ponsel masing-masing,” katanya melanjutkan.

Cara Menentukan Arah Kiblat saat Matahari Tepat di Atas Ka'bah

  • 1. Tentukan tempat yang akan diketahui arah kiblatnya, dengan mencari lokasi yang rata dan terkena cahaya matahari;
  • 2. Gunakan benda atau tongkat yang lurus, bisa juga menggunakan benang berbandul;
  • 3. Siapkan jam yang telah dikalibrasikan atau dicocokkan dengan waktu BMKG;
  • 4. Tancapkan tongkat di atas permukaan tanah dan pastikan benar-benar tegak lurus (90 derajat dari permukaan tanah) atau gantungkan benang berbandul;
  • 5. Tunggu hingga waktu rashdul qiblah tiba, lalu amati bayangan tongkat atau benang pada waktu tersebut;
  • 6. Setelah itu, tandai ujung bayangan dan tarik garis lurus dengan pusat bayangan, baik tongkat atau bandul;
  • 7. Garis lurus yang menghadap dari ujung ke pusat bayangan merupakan arah kiblat untuk tempat tersebut.

Editor : Puti Aini Yasmin

Bagikan Artikel: