Megawati Sebut 2 Sosok Kapolri Terbaik, Sederhana dan Satu Lagi Seorang Profesor

Carlos Roy Fajarta ยท Rabu, 20 Oktober 2021 - 05:11:00 WIB
Megawati Sebut 2 Sosok Kapolri Terbaik, Sederhana dan Satu Lagi Seorang Profesor
Megawati Soekarnoputri saat memberi pembekalan kepada para peserta didik Sespimma, Sespimmen dan Sespimti Polri secara virtual. (Foto: ist)

JAKARTA, iNews.id - Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri menyebut dua sosok mantan Kapolri terbaik yang bisa menjadi panutan bagi anggota Polri. Keduanya yakni Jenderal Hoegeng dan Awaloedin Djamin

"Saya kenal dengan Pak Hoegeng dan berteman dengan putri-nya. Pak Hoegeng is the best. That's the real Polri. Orangnya merakyat, dia naik sepeda. Sedangkan, Kapolri Awaloedin dia profesor," ujar Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Negara (BRIN) tersebut, Selasa (19/10/2021).

Megawati mengatakan mengenal baik kedua Kapolri tersebut. Bahkan dia sangat menaruh hormat kepada kedua tokoh Polri tersebut.

Karena itu, putri Proklamator Bung Karno ini meminta setiap anggota Polri bertanya pada diri  masing-masing bagaimana menjalankan fungsi sesuai amanahnya. Megawati mengharapkan fungsi sebagai pengayom masyarakat sudah ada dalam benak masing-masing anggota sebelum masuk Polri. 

"Sudah bertekad, saya sebagai Polri nantinya menjadi abdi negara, menundukkan semua kepentingan pribadi," katanya saat memberi pembekalan kepada para peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Tingkat Pertama (Sespimma), Sekolah Staf dan Pimpinan Tingkat Menengah (Sespimmen) dan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri secara virtual.

"Saya ingin Polri, yang selain tangguh dan elegan, yang memeluk rakyat, dicintai anak-anak dan ibu-ibu. Jangan mikir rutinitas atau karir saja. Tetapi punya semangat. Karena Polri penjaga Bhayangkara negara," ucapnya.

Megawati menyebut sering berdiskusi dengan Presiden Joko Widodo soal ideologi Pancasila bisa dipraktikkan pada seluruh warga negara.

"Saya berbicara kepada Bapak Presiden, Pancasila sekarang harus dikumandangkan kembali. Karena tidak hanya bagaimana Pancasila diingat sebagai bagian dari memori kita, tapi harus merasuk dalam hati nurani kita sebagai warga bangsa," tutur Presiden Kelima RI tersebut.

Editor : Donald Karouw

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: