Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jusuf Kalla, Makna Syahid, dan Pentingnya Menjaga Narasi Perdamaian
Advertisement . Scroll to see content

Melawan Hoaks Dimulai dari Rumah, Peran Penting Ibu Milenial di Era Digital

Rabu, 04 November 2026 - 10:12:00 WIB
Melawan Hoaks Dimulai dari Rumah, Peran Penting Ibu Milenial di Era Digital
Dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang memberikan edukasi literasi digital kepada ibu milenial di Desa Sukajadi, Pandeglang, Banten. (Foto: Istimewa).
Advertisement . Scroll to see content

Gina Fauziah,S.Sos.,M.I.Kom
Dosen Fakultas Komunikasi dan Desain Universitas Pamulang

DOSEN bersama mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi (Ikom), Universitas Pamulang, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Ibu Milenial Cerdas Bermedia: Meningkatkan Kemampuan Verifikasi Informasi Publik”. Kegiatan tersebut berlangsung pada minggu pertama November 2026 di Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Kegiatan yang melibatkan mahasiswa ini menyasar kalangan ibu milenial. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam mengenali, memilah, dan memverifikasi informasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Perkembangan media digital memudahkan masyarakat dalam memperoleh dan menyebarkan informasi. Namun, kemudahan tersebut juga meningkatkan risiko peredaran berita bohong (hoaks) dan informasi menyesatkan.

Ibu milenial, yang umumnya merupakan generasi kelahiran 1981 hingga 1996, memiliki peran strategis dalam keluarga dan lingkungan sosial. Mereka kerap mengakses informasi mengenai kesehatan, pendidikan, pengasuhan anak, hingga layanan publik. Karena itu, kemampuan memeriksa kebenaran informasi menjadi penting agar mereka dapat mengambil keputusan secara tepat.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya literasi digital dan kemampuan berpikir kritis yang dapat dimulai dari lingkungan keluarga. Materi yang diberikan mencakup cara mengenali informasi meragukan, memeriksa kredibilitas sumber, hingga melakukan verifikasi silang.

Kemampuan tersebut dinilai penting mengingat ibu memiliki peran sebagai madrasatul ula atau pendidik pertama bagi anak-anaknya. Dengan bekal literasi digital yang baik, ibu diharapkan dapat membantu membangun kebiasaan bermedia yang sehat di lingkungan keluarga.

Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang dihimpun hingga Juli 2026, tercatat sebanyak 16.999 kasus hoaks beredar di media sosial di Indonesia sejak 1 Agustus 2018 hingga 29 Juli 2026.

Tingginya jumlah kasus hoaks tersebut menunjukkan pentingnya literasi digital untuk menekan penyebaran informasi palsu. Peserta juga diperkenalkan dengan sejumlah perangkat pemeriksa fakta, seperti situs pemeriksa fakta, Google Lens, serta kanal resmi lembaga terkait.

Materi utama dalam kegiatan ini mencakup enam langkah yang perlu dilakukan sebelum membagikan informasi. Langkah tersebut meliputi berhenti sejenak, mengamati klaim dan konteks informasi, memeriksa sumber pertama atau kanal resmi, membandingkan informasi dengan sumber independen, menelusuri keaslian materi visual, serta menunda penyebaran informasi yang memicu reaksi emosional.

Keenam langkah tersebut diharapkan dapat membangun kebiasaan bermedia yang lebih selektif dan bertanggung jawab.

Selain itu, peserta mendapatkan pemahaman mengenai keamanan data pribadi. Materi ini mencakup pentingnya menjaga kerahasiaan nomor identitas, kode OTP, alamat tempat tinggal, serta data pribadi anak. Para ibu juga didorong untuk membiasakan anggota keluarga memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.

Melalui kegiatan ini, kolaborasi dosen dan mahasiswa Universitas Pamulang diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan literasi digital masyarakat. Ibu milenial tidak hanya diharapkan mampu menggunakan teknologi, tetapi juga semakin kritis dalam menilai informasi, menjaga keamanan digital keluarga, serta membangun lingkungan komunikasi yang sehat dan bertanggung jawab.

Catatan: Data 16.999 kasus hoaks dan rentang waktu penghimpunannya tetap mengikuti naskah sumber. Sebaiknya angka tersebut diverifikasi kembali dengan data resmi Komdigi sebelum diterbitkan.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut