Menag Dialog bersama Tokoh Kristen, Berharap Perkuat Kerukunan Antarumat Beragama
JAKARTA, iNews.id - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menaruh harapan besar agar kerukunan antarumat di Indonesia bisa terus diperkuat di masa mendatang. Menag juga berharap kolaborasi antara pemerintah dengan seluruh elemen umat beragama bisa terus dibangun dengan baik.
Hal itu disampaikan Menag usai menghadiri dialog nasional Pimpinan Aras/Sinode, Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen, dan tokoh-tokoh keagamaan Kristen yang digelar di MNC Conference Hall, Gedung iNews, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan ini juga turut dihadiri secara langsung Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo dan Executive Chairwoman MNC Group, Liliana Tanoesoedibjo.

Menag mengungkapkan pertemuan ini fokus membicarakan strategi dan langkah konkret dalam memajukan kehidupan keagamaan Kristen ke depan. Melalui pelibatan para akademisi dan pimpinan gereja, dia berharap kontribusi positif dapat terus dihadirkan untuk menjaga kerukunan umat beragama di Indonesia.
"Ini membicarakan hal-hal yang menyangkut perkembangan keagamaan Kristen di masa depan dengan menggalang para rektor, cendekiawan, dan pimpinan aras. Mudah-mudahan nantinya akan memberikan kontribusi positif untuk kerukunan," kata Menag usai acara.
Menag bersyukur bahwa indeks kerukunan umat beragama di Indonesia tetap berada di tingkat yang tinggi sejak masa kemerdekaan. Dia berharap kondisi harmonis ini dapat terus dipertahankan dan menjadi teladan bagi dunia internasional.
"Alhamdulillah, sekarang tingkat kerukunan kita tetap tinggi semenjak Indonesia merdeka, ya kan? Dan kita berharap ini bertahan. Doakan ini menjadi contoh dalam dunia internasional," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Binmas) Kristen Kemenag Jeane Marie Tulung menyampaikan dialog nasional ini merupakan langkah awal yang sangat penting untuk menyatukan visi antara pemerintah dan berbagai elemen umat Kristen di Indonesia.
Menurut Jeane, kegiatan ini baru pertama kalinya diselenggarakan secara luas dengan melibatkan pimpinan gereja dari semua denominasi, perguruan tinggi, serta pimpinan satuan pendidikan keagamaan Kristen.
"Dialog nasional ini penting dalam rangka untuk awal membangun kolaborasi antara pemerintah dengan berbagai pihak. Ada hal-hal dan program-program tertentu yang perlu kita kolaborasi bersama dengan tokoh-tokoh Kristen, perguruan tinggi, maupun pimpinan satuan pendidikan keagamaan Kristen," kata Jeane.
Dia mengakui masih terdapat banyak program pembangunan di bidang keagamaan dan pendidikan yang sulit dijangkau oleh pemerintah jika berjalan sendiri. Oleh karena itu, dukungan dan topangan dari para tokoh Kristen yang hadir sangat dibutuhkan agar program-program tersebut dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
"Karena banyak program-program yang masih sulit dijangkau, ya, dan kita butuh topangan-topangan dari tokoh-tokoh yang berada di sini," katanya.
Editor: Reza Fajri