Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BPS Catat Inflasi November 0,17 Persen, Harga Pangan Stabil Jelang Akhir Tahun
Advertisement . Scroll to see content

Menakar Peluang Indonesia Menuju Swasembada Pangan

Minggu, 07 Desember 2025 - 08:24:00 WIB
Menakar Peluang Indonesia Menuju Swasembada Pangan
Ketahanan pangan menjadi elemen penting bagi Indonesia. Namun, terdapat tantangan besar dalam memastikan kebutuhan pangan tetap terpenuhi. (Foto: SINDO)
Advertisement . Scroll to see content

Tantangan Indonesia Mewujudkan Swasembada Pangan

Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University, Dwi Andreas Santosa menilai tidak ada persoalan terkait program ketahanan pangan Indonesia. Pasalnya, pemenuhan pangan dalam negeri bisa berasal dari dalam negeri maupun luar negeri.

"Karena kalau konsep ketahanan pangan itu tidak masalah dari mana pangan tersebut berasal, dan tidak masalah pangan tersebut dibuat dengan cara apa. kalau seperti di UU Cipta Kerja kan sudah disebut kalau pangan berasal dari satu, produksi dalam negeri, dua, impor. Kalau selama masih impor aja ga ada masalah, kalau kita bicara ketahanan pangan," ucap Dwi saat dihubungi iNews.id, Jumat (5/12/2025).

Untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri, pemerintah mencanangkan program swasembada pangan. Dwi menyebut, program tersebut tidak akan bisa dicapai Indonesia karena terdapat sejumlah komoditas yang sulit untuk dipenuhi di dalam negeri dan angka impor yang tinggi. 

"Kalau program besarnya swasembada pangan, swasembada pangan jawabannya tidak mungkin terjadi. Kenapa? kalau kita lihat data 10 tahun terakhir, tahun 2014, 12 komoditas impor yang jumlah impornya di atas 100.000 ton per tahun itu melonjak. Dari 22,6 juta ton menjadi 34,4 juta ton di 2024. Hanya dalam tempo 10 tahun terjadi lonjakan yang begitu besar," katanya.

Ilustrasi cadangan beras pemerintah. (Foto: Dok. Humas Kementan)
Ilustrasi cadangan beras pemerintah. (Foto: Dok. Humas Kementan)

Dwi mengatakan, sesuai definisi akademis terkait swasembada pangan, maka Indonesia harus memproduksi sekitar 34 juta ton beberapa komoditas dari dalam negeri.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut