Menangi Pemilu, Parpol Koalisi Jokowi Bakal Kuasai Kursi Pimpinan DPR
JAKARTA, iNews.id, – Partai politik pendukung pasangan Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin yang tergabung dalam Koalisi Indonesia kerja (KIK) bakal menguasai kursi pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2019-2024. Dari lima unsur pimpinan DPR, empat di antaranya bakal diduduki parpol KIK, sementara satu kursi lainnya dari parpol oposisi yakni Partai Gerindra.
Mengacu pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3), kursi pimpinan dewan diduduki oleh parpol pemenang pemilihan umum (pemilu).
Berdasarkan hasil rekapitulasi suara sementara yang dilakukan Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) DPP PDI Perjuangan, dari komposisi lima unsur pimpinan, posisi ketua yang semula diduduki Partai Golkar, kini bakal menjadi hak PDIP sebagai parpol pemenang pemilu.
Pada Pemilu 2019, PDIP diperkirakan mendapatkan 133 kursi, naik signifikan dari periode sebelumnya yang hanya mendapatkan 109 kursi.
Sementara posisi Wakil Ketua diduduki Fraksi Partai Golkar yang kemungkinan meraih 82 kursi, Fraksi Partai Gerindra 80 kursi, dan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa 59 kursi.
Prediksi perolehan kursi DPR teersebut berdasarkan olah data input suara C 1 TPS hasil kombinasi Situng BSPN DPP PDIP dan Situng KPU per 6 Mei 2019 yang dikonversi menjadi kursi dengan metode Sainte Lague.
”Ya dari lima pimpinan dewan, satu ketua itu kami (PDIP) dan empat lainnya, satu berasal dari partai pendukung Prabowo-Sandi. Dengan demikian, ke depan akan lebih efektif pada pemerintahan Pak Jokowi dan KH Ma’ruf Amin,” ujar Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Jakarta, Rabu (8/5/2019).
Hasto mengatakan, dari hasil rekapitulasi suara yang dilakukan, parpol KIK meraih total 350 kursi DPR atau sekitar 60,87 persen.
Ditanya mengenai nama calon ketua DPR yang akan diusung PDIP? Hasto mengatakan bahwa saat ini beluum waktu yang tepat untuk mengumumkan nama calon ketua DPR.
“Soal kandidat tentu tidak elok kalau kita bahas sekarang. Tapi tentu PDIP akan mencalonkan yang terbaik, yang punya pengalaman panjang, tidak hanya di partai, tapi juga di legislatif dan pengalaman lainnya,” kata dia.
Adapu mengenai kemungkinan koalisi dengan parpol lain mengingat Presiden Jokowi telah bertemu dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Hasto berdalih hal itu juga terlalu dini dibicarakan.
Dia beralasan setiap partai saat ini masih berkonsentrasi mengamankan perolehan suara kursinya.
“Kami mengimbau agar suara rakyat harus dijaga degan sebaik-baiknya. Karena itu sebaiknya KPU dan Bawaslu secepatnya meng-upload dokumen C1 pilpres dan pileg untuk kepentingan publik sehingga tidak ada pihak-pihak yang mencoba bermain di tengan jalan kemudian mengorbankan suara rakyat,” kata Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf ini.
Editor: Zen Teguh