Mendagri Perintahkan 3 Gubernur Tak Meninggalkan Daerahnya Pasca-Rusuh Manokwari

Aditya Pratama ยท Selasa, 20 Agustus 2019 - 21:18 WIB
Mendagri Perintahkan 3 Gubernur Tak Meninggalkan Daerahnya Pasca-Rusuh Manokwari

Mendagri Tjahjo Kumolo. (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memerintahkan tiga gubernur untuk tidak meninggalkan daerahnya masing-masing. Tiga gubernur itu adalah, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Papua Lukas Enembe dan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan.

Tjahjo mengatakan, kebijakan itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya aksi lanjutan usai peristiwa yang terjadi di Surabaya dan Malang. Dari dua peristiwa itu memicu aksi damai yang berujung ricuh di Manokwari, Papua Barat pada Senin, 19 Agustus 2019.

"Sekarang menyelesaikan permasalahan di daerah dulu, gubernur untuk tidak meninggalkan daerah dulu. Kalau sudah kondusif, silakan (Gubernur Papua dan Papua Barat) mau ketemu dengan Gubernur Jatim," ujarnya di Kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (20/8/2019).

BACA JUGA:

Pertimbangkan Situasi Papua, Mendagri Tunda Panggil Gubernur Lukas dan Khofifah

Tiga Gubernur Bentuk Tim terkait Rasisme kepada Warga Papua, Ini Kata Mendagri

Demo di Manokwari Ricuh, Mendagri Minta Pelayanan Masyarakat Tak Berhenti

Menurut Tjahjo, Kemendagri mengusulkan kepada Gubernur Papua dan Papua Barat untuk dapat bertemu para mahasiswa yang berada di Malang dan Surabaya. Tidak hanya itu, Tjahjo juga mengusulkan agar Menko Polhukam Wiranto dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian ikut hadir dalam pertemuan tersebut.

"Soal waktunya terserah Gubernur Papua dan Jatim kapan," kata mantan sekretaris jenderal (sekjen) PDI Perjuangan ini.

Seperti diketahui, warga di Manokwari, Papua Barat dan Jarapura, Papua menggelar aksi damai pada Senin, 19 Agustus 2019. Aksi dama di Manokwari berujung rusuh dengan pembakaran Aula Gedung DPRD Papua Barat.

Pemicu aksi damai tersebut diduga karena pernyataan bernada rasial yang diterima mahasiswa Papua yang berkuliah di Surabaya dan Malang, Jawa Timur. Aksi serupa juga dialamai mahasiswa Papua di Semarang, Jawa Tengah.

Namun, kondisi terkini di Papua berangsung membaik. Hal itu terlihat dari aktivitas masyarakat yang kembali berjalan normal. Beberapa fasilitas publik pun sudah beroperasi kembali, seperti Bandara Manokwari dan Sorong.


Editor : Djibril Muhammad