Mengapa Harus Libur 14 Hari untuk Cegah Korona? Ini Penjelasan IDI

Felldy Utama ยท Selasa, 17 Maret 2020 - 05:00 WIB
Mengapa Harus Libur 14 Hari untuk Cegah Korona? Ini Penjelasan IDI

Salah satu sekolah di Solo, Jawa Tengah tutup setelah Pemkot Solo meliburkan selama 14 hari karena virus korona. (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id – Sejumlah pemerintah daerah telah menetapkan libur 14 hari bagi sekolah-sekolah dalam merespons penyebaran virus korona atau Covid-19. Pemerintah pusat juga menyarankan agar para pegawai bekerja dari rumah (work for home) sebagai salah satu antisipasi meluasnya virus ini.

Bukan tanpa alasan penetapan masa libur 14 hari. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan masa inkubasi virus korona berkisar 2-14 hari setelah terpapar. Masa inkubasi yakni waktu antara terjadinya infeksi dan timbul gejala.

Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Diah Agustina Waluyo menuturkan, 14 hari merupakan standar internasional. Dirinya berharap imbauan pemerintah agar masyarakat menghindari aktivitas fisik di kerumunan dapat benar-benar ditaati.

Dengan berdiam di rumah dan menghindari kontak fisik, ini dapat mencegah terjadinya penularan. Karena itu, masyarakat hendaknya tidak mengabaikan.

"Pada saat bersama-sama, senyap semua, kalau kita bisa nih sepakat semua, pada saat 14 hari ini di rumah, insya Allah (angka penularan Covid-19) tidak akan melonjak," kata Diah.

Dia mengingatkan agar masa libur 14 hari yang ditetapkan itu justru jangan digunakan untuk berlibur atau misalnya mendatangi tempat-tempat keramaian. Jika itu yang terjadi, upaya pencegahan menjadi tidak efektif.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidato di Istana Kepresidenan Bogor, Minggu (15/3/2020) meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran virus korona. Salah satunya dengan mengurangi aktivitas luar rumah.

“Inilah saatnya kita bekerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah,” kata Jokowi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk meliburkan sekolah di DKI Jakarta selama dua pekan terhitung sejak 16 Maret 2020. Kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan dari jarak jauh dengan metode digital.

Instruksi sama dilakukan sejumlah kepala daerah antara lain Gunernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo.

Editor : Zen Teguh