Mengenal 3 Pasukan Elite TNI yang Pakai Baret Merah, Ternyata Bukan Hanya Kopassus

Sucipto · Senin, 11 Juli 2022 - 06:52:00 WIB
Mengenal 3 Pasukan Elite TNI yang Pakai Baret Merah, Ternyata Bukan Hanya Kopassus
Kopassus, salah satu pasukan elite TNI AD yang menggunakan baret merah. (Foto/Pen Kopassus)

JAKARTA, iNews.id - Baret merah identik dengan pasukan elite TNI AD yakni Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Ternyata di tubuh TNI ada tiga satuan elite yang memakai baret berwarna merah.

Dua pasukan elite TNI lain yang memakai baret merah yakni Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI. Kopaska merupakan pasukan khusus TNI Angkatan Laut (AL).

Lalu Koopssus TNI merupakan satuan "Super Elite" yang diresmikan 30 Juli 2019. Koopssus TNI merupakan gabungan pasukan elite tiga matra yakni Satgultor-81 Kopassus TNI AD, Denjaka dari TNI AL, dan Satbravo-90 dari TNI AU.

Meski sama-sama menyandang Baret Merah, namun ketiga pasukan khusus ini memiliki struktur komando dan tugas yang berbeda. Apa saja perbedaannya? Berikut ini penjelasannya.

1. Kopassus

Kopassus merupakan pasukan elite TNI AD dengan berbagai kemampuan khusus. (Foto: Instagram/@penkopassus)
Kopassus merupakan pasukan elite TNI AD dengan berbagai kemampuan khusus. (Foto: Instagram/@penkopassus)

Kopassus merupakan pasukan elite TNI AD yang memiliki kemampuan khusus seperti bergerak senyap dan cepat di setiap medan, menembak tepat, pengintaian serta antiteror. Pasukan yang digagas Letkol Slamet Riyadi dan diwujudkan Kolonel Inf Alexander Evert Kawilarang ini bahkan mendapat julukan khusus Korps Baret Merah.

Dikutip dari buku “Kopassus untuk Indonesia” Jilid II, penggunaan Baret Merah oleh Kopassus memiliki filosofi yang mendalam. Warna merah baret Kopassus ini mengandung arti keberanian yang luar biasa, motivasi tinggi untuk meraih kesuksesan, kematangan dalam pola pikir dan olah rasa, mempunyai keseimbangan dalam Intelligent Quotient (IQ) serta Emotional Quotient (EQ).

Selain itu, dalam setiap penugasan harus tercapai suatu kemenangan dalam merebut sasaran yang diperintahkan. Hal itu sesuai dengan harapan pendiri Kopassus Mayor Inf Moch Idjon Djanbi yang menginginkan pasukan yang dibinanya bisa dikenal seperti “The Red Devils” atau pasukan Para Inggris pada Perang Dunia (PD) II.

Konsep “Baret Merah” baru digunakan ketika Kesatuan Komando Tentara Teritorium (Kesko TT)-III/Siliwangi diganti sebutannya menjadi Korps Komando Angkatan Darat (KKAD) yang merupakan cikal bakal Kopassus. Konsep Baret Merah diambil lantaran saat itu belum ada baret berwarna merah membara seperti sekarang.

Saat itu, KKAD menerima baret berwarna cokelat sama seperti pasukan artileri. Untuk memberi rona warna merah sekaligus membedakannya dengan baret cokelat biasa, baret pembagian direbus air teh dicampur dengan sabun. Sejak saat itu, baret merah menjadi ciri khas Kopassus dan kesatuan ini kerap disebut dengan Korps Baret Merah.

Pada Baret Merah Kopassus terdapat emblem yang mengombinasikan pisau belati, jangkar, dan sayap yang dibingkai dalam bingkai segi delapan. Bentuk pisau belati melambangkan operasi darat, sedangkan jangkar lambang kemampuan maritim, dan sayap yang melambangkan kecepatan mobilitas.

Editor : Rizal Bomantama

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda