Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Indonesia Jadi Pasar Game Terbesar di ASEAN
Advertisement . Scroll to see content

Menlu Sugiono: ASEAN Harus Bermanfaat ke Masyarakat, Jangan Jadi Arena Rivalitas

Sabtu, 08 Agustus 2026 - 19:36:00 WIB
Menlu Sugiono: ASEAN Harus Bermanfaat ke Masyarakat, Jangan Jadi Arena Rivalitas
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.idMenteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menegaskan ASEAN harus terus memastikan kerja sama kawasan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal itu disampaikan Sugiono saat menghadiri peringatan ke-59 Hari ASEAN di Markas Besar ASEAN, Sabtu (8/8/2026).

Sugiono mengatakan, keberhasilan ASEAN tidak hanya diukur dari kerja sama antarnegara, tetapi juga dari kemampuan organisasi kawasan tersebut meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Keberhasilan ASEAN akan diukur dari kemampuannya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan keluarga, memperoleh pekerjaan yang layak, hidup dengan aman, serta menatap masa depan dengan penuh keyakinan," kata Sugiono.

Menurutnya, ASEAN perlu terus memperkuat kapasitas untuk melindungi masyarakat dari berbagai dampak dinamika dan krisis global. Upaya tersebut mencakup penguatan ketahanan pangan dan energi serta perlindungan warga negara ketika terjadi krisis.

Selain itu, ASEAN perlu mempersiapkan generasi muda melalui pendidikan, peningkatan keterampilan, dan penguatan kepercayaan diri agar mampu memimpin kawasan pada masa mendatang.

Sugiono juga menegaskan ASEAN tidak boleh menjadi arena rivalitas kekuatan besar ataupun memihak salah satu pihak. Menurutnya, ASEAN harus tetap berpihak pada kepentingan masyarakat demi mewujudkan kesejahteraan, keamanan, dan masa depan kawasan.

“ASEAN tidak boleh menjadi arena rivalitas antarkekuatan besar ataupun memihak salah satunya. ASEAN harus selalu berpihak pada masyarakatnya demi kesejahteraan, keamanan, dan masa depan mereka,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sugiono menilai ASEAN memiliki modalitas penting untuk menghadapi situasi dunia yang semakin kompleks. Sejak didirikan pada 1967, ASEAN dinilai mampu melewati berbagai persaingan dan krisis di kawasan dengan tetap berpegang pada prinsip persatuan, perdamaian, dan dialog.

Hampir enam dekade setelah berdiri, arsitektur kawasan yang dibangun ASEAN terus berkembang dan beradaptasi. Dalam proses tersebut, sentralitas ASEAN semakin mendapatkan kepercayaan sebagai jangkar dalam mendorong perdamaian dan stabilitas kawasan.

“Dunia saat ini membutuhkan bridge-builder yang mampu meredakan ketegangan, menumbuhkan kepercayaan, dan menjaga dialog tetap berjalan. Inilah peran yang telah dimainkan ASEAN selama hampir enam dekade,” ujarnya.

Ke depan, Sugiono menuturkan ASEAN harus mampu menentukan arah kawasan secara mandiri. Hal itu perlu dibarengi dengan penguatan institusi, kapasitas, dan sumber daya untuk mewujudkan aspirasi Visi Komunitas ASEAN 2045.

Peringatan ke-59 Hari ASEAN tahun ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya dihadiri 11 negara anggota ASEAN setelah Timor-Leste resmi bergabung pada November 2025.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Jenderal ASEAN, komunitas diplomatik negara-negara anggota ASEAN di Jakarta, serta perwakilan berbagai misi diplomatik di Jakarta.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut