Menristek: Enam Institusi Kembangkan Vaksin Merah Putih

Djibril Muhammad ยท Jumat, 30 Oktober 2020 - 18:46 WIB
Menristek: Enam Institusi Kembangkan Vaksin Merah Putih

Talkshow "Update KPCPEN: Prinsip Keamanan Vaksin COVID-19" di Media Center Satgas Penanganan Covid-19 Graha BNPB Jakarta pada Senin (27/10/2020). (Foto: BNPB).

JAKARTA, iNews.id - Enam institusi di Indonesia terus bekerja keras mengembangkan vaksin Merah Putih (vaksin buatan dalam negeri) untuk menangkal virus corona atau Covid-19. Mereka mengembangkan dengan platform berbeda.

Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro menjelaskan, riset pengembangan vaksin Covid-19 yang dilakukan peneliti dari enam institusi nasional di luar kebiasaan. Mengapa demikian?

Menurut Bambang, riset vaksin biasanya makan waktu lama. Bahkan ada beberapa penyakit yang belum ada vaksinnya seperti HIV dan Ebola.

Namun, lantaran durasi waktu yang pendek, upaya cari vaksin mengalami hambatan dalam menggunakan sel. Ada bahan-bahan yang harus diimpor, misalnya sel mamalia bahkan hewan yang dipergunakan untuk ujicoba pun juga harus diimpor.

"Proses impor ini yang kadang-kadang men-delay aktivitas penelitian," kata Bambang dalam talkshow "Update KPCPEN: Prinsip Keamanan Vaksin Covid-19" di Media Center Satgas Penanganan COVID-19 Graha BNPB Jakarta pada Senin (27/10/2020).

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ini menjelaskan, enam institusi itu adalah Lembaga Eijkman Bandung, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Airlangga (Unair).

Vaksin Merah Putih adalah vaksin Covid-19 menggunakan isolat virus yang bertransmisi di Indonesia. Pengembangan vaksin dikerjakan oleh ahli Indonesia dan produksinya di Indonesia.

“Ini menunjukkan bagaimana kepedulian dosen dan peneliti Indonesia untuk mencari solusi penanganan Covid-19," kata Bambang.

Editor : Zen Teguh

Halaman : 1 2 3 Tampilkan Semua