Mentan Amran Beri Peringatan kepada Pengusaha: Jangan Permainkan Harga Pangan!
Kementan mencatat sebanyak 217 laporan dugaan kejahatan pangan diterima dari masyarakat selama dua pekan terakhir. Dari jumlah tersebut, 74 laporan berkaitan dengan komoditas beras.
Penanganan laporan beras telah menghasilkan pengungkapan delapan kasus dengan 13 tersangka dan melibatkan 15 merek beras. Selain itu, terdapat 64 laporan yang berkaitan dengan dugaan penyelewengan di sektor pupuk.
Amran menyebut penindakan bersama aparat penegak hukum telah menyasar berbagai bentuk pelanggaran. Modus yang ditemukan antara lain manipulasi harga dan fortifikasi beras, pengoplosan beras SPHP, permainan harga pupuk, kasus cetak sawah, hingga penyelewengan alat dan mesin pertanian (alsintan).
"Kami sekarang lacak seluruh Indonesia," kata Amran.
Dia memastikan pengusutan tidak akan berhenti pada kasus-kasus yang telah terungkap. Amran juga meminta pedagang yang menjual bahan pangan di atas harga eceran tertinggi (HET) agar segera menurunkan harga.
"Kita terus, kita kejar terus, kita tidak boleh berhenti, juga yang menjual di atas HET, kami minta turunkan harga," ucapnya.