Mentan Amran Buka Layanan Aduan Beras SPHP, Lapor Penyelewengan di Nomor Ini
Dia menegaskan, laporan yang masuk akan diteruskan kepada aparat kepolisian sesuai wilayah kejadian, mulai dari tingkat provinsi hingga desa.
Sebelumnya, Amran mengungkap dugaan praktik pengoplosan beras SPHP menjadi beras premium. Modusnya, beras yang dibeli dari Perum Bulog dibongkar dari kemasan asli, kemudian dipindahkan ke karung lain sebelum dijual kembali.
"Jadi dia ini membeli order ke Bulog, setelah diorder, dijualkan. Nah, yang membeli ini dibongkar bungkusannya, kemudian masukkan karung. Sebagian lompat menjadi premium, kemudian langsung sebagian dioplos baru dijual," ucapnya.
Amran menjelaskan, pelaku diduga menggunakan karung polos tanpa merek sebagai kemasan pengganti. Pemerintah masih mendalami praktik tersebut karena jumlah beras yang diduga terlibat mencapai 600 ton dan berpotensi lebih besar.
"Nanti dia ganti karung sementara. Polos (tanpa merek). Tapi nanti kita lihat pendalaman," katanya.
Amran mengecam dugaan penyelewengan tersebut karena beras SPHP merupakan bagian dari program pemerintah untuk membantu masyarakat memperoleh pangan dengan harga terjangkau. Menurutnya, praktik itu berpotensi mengurangi hak masyarakat berpenghasilan rendah yang menjadi sasaran program subsidi.
"Itu haknya orang miskin diambil, haknya orang sulit, ini subsidi karena itu untuk melapisi menengah ke bawah kan," katanya.
Editor: Donald Karouw