Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mentan Amran Bongkar Modus Pengoplosan Beras SPHP: Hak Orang Miskin Diambil!
Advertisement . Scroll to see content

Mentan Amran Buka Layanan Aduan Beras SPHP, Lapor Penyelewengan di Nomor Ini

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:15:00 WIB
Mentan Amran Buka Layanan Aduan Beras SPHP, Lapor Penyelewengan di Nomor Ini
Mentan Andi Amran Sulaiman membuka layanan aduan beras SPHP melalui WhatsApp untuk menindaklanjuti dugaan penyelewengan di seluruh Indonesia. (Foto: Tangguh Yudha)
Advertisement . Scroll to see content

Dia menegaskan, laporan yang masuk akan diteruskan kepada aparat kepolisian sesuai wilayah kejadian, mulai dari tingkat provinsi hingga desa.

Sebelumnya, Amran mengungkap dugaan praktik pengoplosan beras SPHP menjadi beras premium. Modusnya, beras yang dibeli dari Perum Bulog dibongkar dari kemasan asli, kemudian dipindahkan ke karung lain sebelum dijual kembali.

"Jadi dia ini membeli order ke Bulog, setelah diorder, dijualkan. Nah, yang membeli ini dibongkar bungkusannya, kemudian masukkan karung. Sebagian lompat menjadi premium, kemudian langsung sebagian dioplos baru dijual," ucapnya.

Amran menjelaskan, pelaku diduga menggunakan karung polos tanpa merek sebagai kemasan pengganti. Pemerintah masih mendalami praktik tersebut karena jumlah beras yang diduga terlibat mencapai 600 ton dan berpotensi lebih besar.

"Nanti dia ganti karung sementara. Polos (tanpa merek). Tapi nanti kita lihat pendalaman," katanya.

Amran mengecam dugaan penyelewengan tersebut karena beras SPHP merupakan bagian dari program pemerintah untuk membantu masyarakat memperoleh pangan dengan harga terjangkau. Menurutnya, praktik itu berpotensi mengurangi hak masyarakat berpenghasilan rendah yang menjadi sasaran program subsidi.

"Itu haknya orang miskin diambil, haknya orang sulit, ini subsidi karena itu untuk melapisi menengah ke bawah kan," katanya.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut