Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mentan Amran Murka! Beras Subsidi Dioplos dan Dijual Harga Premium, Minta Pelaku Dihukum Mati
Advertisement . Scroll to see content

Mentan Amran Soroti Praktik Perantara di Sektor Peternakan, Berpotensi Rugikan Jutaan Peternak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:37:00 WIB
Mentan Amran Soroti Praktik Perantara di Sektor Peternakan, Berpotensi Rugikan Jutaan Peternak
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyoroti dugaan praktik perantara atau middle man yang mengambil keuntungan tidak wajar dalam rantai distribusi pangan, khususnya sektor peternakan. Dia mengancam akan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti mempermainkan harga hingga merugikan peternak dan membebani konsumen.

Amran mengatakan, praktik tersebut perlu ditelusuri menyusul anomali harga ayam di pasaran. Dia menyoroti kondisi ketika harga di tingkat peternak turun, tetapi harga yang dibayarkan konsumen justru meningkat.

“Ini ada anomali. Harga di peternak turun, harga di konsumen naik. Terjadi inflasi. Harusnya kalau harga di peternak turun, itu di konsumen turun, tapi dua-dua berteriak. Berarti ada pelaku yang tidak bertanggung jawab, itu kita kejar,” ucap Amran dalam keterangannya dikutip, Rabu (28/10/2026).

Amran menambahkan, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan karena berpotensi merugikan sekitar 4,8 juta peternak. Pemerintah akan menelusuri rantai distribusi bersama Satgas Pangan dan aparat penegak hukum untuk mengungkap pihak-pihak yang diduga melakukan praktik perdagangan tidak bertanggung jawab.

”Kita tindak tegas. Tidak ada kompromi,” kata dia.

Selain penindakan, pemerintah juga menyiapkan pembenahan sistem produksi dan distribusi pangan melalui skema terintegrasi atau closed system. Sistem ini dirancang menghubungkan petani jagung dengan peternak melalui koperasi.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut