Menteri Susi: Pengotor Laut dan Pemakai Plastik Sekali Pakai, Tenggelamkan!

Irfan Ma'ruf ยท Senin, 19 Agustus 2019 - 21:15 WIB
Menteri Susi: Pengotor Laut dan Pemakai Plastik Sekali Pakai, Tenggelamkan!

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama aktivis Pandu Nusantara membersihkan pantai dalam gerakan Menghadap Laut 2.0 di Pantai Timur Ancol, Jakarta Utara, Minggu (18/8/2019). (Foto: dok.KKP).

JAKARTA, iNews.id – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengajak masyarakat untuk menghentikan pemakaian plastik sekali pakai. Dengan langkah ini permintaan plastik sekali pakai akan berkurang sehingga para produsen juga mulai mengurangi produksinya dan bergeser ke bahan-bahan yang lebih ramah lingkungan.

Susi mengingatkan, pemakaian plastik sekali pakai dapat mengancam keberlangsungan ikan di laut. Plastik membutuhkan puluhan tahun untuk hancur sehingga sampah plastik yang bermuara di laut dapat termakan oleh ikan. Padahal, ikan merupakan sumber protein yang penting untuk kesehatan dan kecerdasan SDM.

“Kalau kita boikot tidak mau pake kresek kan pabrik kresek juga berhenti. Betul tidak? Jadi, tinggal maunya siapa yang mulai duluan. Pabrik yang produksi kresek atau kita,” tuturnya saat memimpin acara gerakan Menghadap Laut di Pantai Timur Ancol, Jakarta, Minggu (18/8/2019).


Gerakan Menghadap Laut salah satunya berupa acara bersih pantai. Gerakan ini dilandasi oleh ancaman sampah plastik di lautan. Pada 2030 diprediksikan akan lebih ada lebih banyak plastik daripada ikan di laut akibat masifnya limbah plastik sekali pakai yang berujung ke laut.

Ironisnya, laut Indonesia menjadi penyumbang sampah terbesar kedua di dunia, setelah Cina. Hal ini mengancam lebih dari 800 spesies biota laut, termasuk ikan dan terumbu karang.

Merespons kondisi tersebut, Pandu Laut Nusantara, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Yayasan EcoNusa bersama 300 komunitas, organisasi, peerusahaan swasta, BUMN, dan pemerintah daerah yang tersebar di seluruh Indonesia menyelenggarakan gerakan Menghadap Laut 2.0.

Pandu Laut Nusantara merupakan gerakan sosial masyarakat yang terdiri dari berbagai lapisan individu dan komunitas yang menaruh perhatian pada keberlangsungan kehidupan laut. Ini merupakan kali kedua gerakan bersih pantai ini dilaksanakan.

“Tahun ini, tingginya antusasime masyarakat untuk membersihkan laut dan sungai dari sampah membuat gerakan ini dilaksanakan di 108 titik pantai dan 5 titik sungai, melesat dari rencana awal yakni 74 titik. Angka ini belum termasuk relawan yang melakukan bersih pantai dan sungai secara spontan di beberapa tempat di seluruh Indonesia,” ujar Susi yang juga Pembina Pandu Laut Nusantara.


Di Pantai Timur Ancol, Jakarta, gerakan Menghadap Laut diikuti Duta Besar dan perwakilan negara-negara sahabat dari Kanada, Panama, Belanda, Hungaria, Polandia, Norwegia, dan Jepang. Hadir pula para pejabat eselon I KKP. Sejumlah influencers Tanah Air seperti Nirina Zubir, Tora Sudiro, Prita Laura, dan Chacha Frederica juga turut turun tangan.

Dari Pantai Timur Ancol sendiri, Menteri Susi bersama para relawan yang hadir berhasil mengumpulkan total 7.525,3 kg sampah yang terdiri atas 409,6 kg soft plastic; 107,6 kg hard plastic; 23 kg kertas; 395,6 kg karet; 6.119 tekstil; 187,2 kg kayu olahan; 2,6 kg logam; 129,3 kg kaca dan keramik; 3,9 kg b3; serta 147,5 kg bahan lainnya.

Menteri Susi mengatakan, gerakan Menghadap Laut yang telah dilaksanakan ini merupakan bukti kebersamaan masyarakat dunia dari berbagai latar belakang suku bangsa, profesi, dan suku yang berjuang untuk menjaga laut dari ancaman sampah yang mengotorinya.

“Jadi ayo kita semua juga mulai, bukan hanya membersihkan sampahnya tapi juga mulai kurangi pemakaian plastik sekali pakai. Tidak bawa kresek, tidak bawa botol air. Bukan cuma pencuri ikan, pengotor laut dan pemakai plastik sekali pakai juga tenggelemin aja!,” ujarnya.


Chacha Frederica yang hadir dalam kesempatan itu juga mengingatkan agar masyarakat saling mengajak teman-teman di lingkungan sekitar untuk memasifkan penghentian plastik sekali pakai.

“Jangan pernah bosan, jangan pernah capek untuk menyosialisasikan dan mengajak teman-teman untuk stop penggunaan plastik sekali pakai.Kita sama-sama tunjukkan bahwa kita cinta tanah air dengan tidak memakai plastik sekali pakai,” kata dia.

Editor : Zen Teguh