Menteri Susi: Pengotor Laut dan Pemakai Plastik Sekali Pakai, Tenggelamkan!
Merespons kondisi tersebut, Pandu Laut Nusantara, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Yayasan EcoNusa bersama 300 komunitas, organisasi, peerusahaan swasta, BUMN, dan pemerintah daerah yang tersebar di seluruh Indonesia menyelenggarakan gerakan Menghadap Laut 2.0.
Pandu Laut Nusantara merupakan gerakan sosial masyarakat yang terdiri dari berbagai lapisan individu dan komunitas yang menaruh perhatian pada keberlangsungan kehidupan laut. Ini merupakan kali kedua gerakan bersih pantai ini dilaksanakan.
“Tahun ini, tingginya antusasime masyarakat untuk membersihkan laut dan sungai dari sampah membuat gerakan ini dilaksanakan di 108 titik pantai dan 5 titik sungai, melesat dari rencana awal yakni 74 titik. Angka ini belum termasuk relawan yang melakukan bersih pantai dan sungai secara spontan di beberapa tempat di seluruh Indonesia,” ujar Susi yang juga Pembina Pandu Laut Nusantara.

Di Pantai Timur Ancol, Jakarta, gerakan Menghadap Laut diikuti Duta Besar dan perwakilan negara-negara sahabat dari Kanada, Panama, Belanda, Hungaria, Polandia, Norwegia, dan Jepang. Hadir pula para pejabat eselon I KKP. Sejumlah influencers Tanah Air seperti Nirina Zubir, Tora Sudiro, Prita Laura, dan Chacha Frederica juga turut turun tangan.
Dari Pantai Timur Ancol sendiri, Menteri Susi bersama para relawan yang hadir berhasil mengumpulkan total 7.525,3 kg sampah yang terdiri atas 409,6 kg soft plastic; 107,6 kg hard plastic; 23 kg kertas; 395,6 kg karet; 6.119 tekstil; 187,2 kg kayu olahan; 2,6 kg logam; 129,3 kg kaca dan keramik; 3,9 kg b3; serta 147,5 kg bahan lainnya.