Minta Keadilan, Orang Tua 2 Mahasiswa yang Meninggal saat Demonstrasi Mengadu ke KPK

Riezky Maulana ยท Kamis, 12 Desember 2019 - 17:53 WIB
Minta Keadilan, Orang Tua 2 Mahasiswa yang Meninggal saat Demonstrasi Mengadu ke KPK

Orang tua mahasiswa Universitas Halu Oleo Randi dan Yusuf yang meninggal saat demonstrasi mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (12/12/2019). (Foto: iNews.id/ Riezki Maulana).

JAKARTA, iNews.id - Orang tua mahasiswa Universitas Halu Oleo Randi dan Yusuf mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (12/12/2019). Yusuf dan Randi meninggal saat demonstrasi menolak revisi UU KPK di Kendari (26/9/2019).

Kedatangan orang tua Randi dan Yusuf bertemu pimpinan KPK. Mereka meminta bantuan kepada pimpinan KPK untuk mendapatkan keadilan agar kasus yang merenggut nyawa putranya segera terungkap.

"Kami datang ke Jakarta untuk menuntut keadilan kematian anak saya, Randi yang sampai hari ini belum ditemukan pelakunya. Itu yang menjadi pertanyaan kami sebagai orangtua," ujar orang tua Randi, La Sali di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Dia berharap pelaku utama yang menyebabkan putranya meninggal agar dihukum berat. "Anak saya telah memperjuangkan kebenaran dan keadilan untuk seluruh masyarakat Indonesia. Penembak harus dipecat dan dihukum seberat-beratnya," ucapnya.

Orang tua Yusuf, Endang Yulidah juga berharap sama agar proses hukum yang menyebabkan putranya meninggal ditangani serius. Sampai saat ini dia belum mendapatkan perkembangan terbaru mengenai proses hukum tersebut.

"Selama berjalan dua bulan ini, kami belum mendapat progres apapun dari kasus kematian anak kami," katanya.

Mereka datang ke KPK didampingi oleh Amnesty Internasional, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Mejelis Hukum dan HAM Muhamadiyah serta perwakilan mahasiswa Universitas Halu Oleo.

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang mengaku ikut prihatin belum terungkapnya kasus yang menyebabkan Randi dan Yusuf meninggal. KPK, kata dia akan memantau perkembangan kasus tersebut.

"Walaupun ini bukan tugas dari KPK karena tidak ada unsur tindak pidana korupsi tapi ada beban moral besar yang harus dijaga oleh KPK untuk mengawal kasus ini agar pelakunya dapat segera ditemukan," katanya.

Editor : Kurnia Illahi