Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pigai Ungkap Alasan Gedung dan Ruangan di Kementerian HAM Gunakan Nama Gus Dur dan Marsinah
Advertisement . Scroll to see content

Momen Sinta Nuriyah Ungkap Rasa Kangen kepada Gus Dur

Minggu, 29 Desember 2019 - 07:56:00 WIB
Momen Sinta Nuriyah Ungkap Rasa Kangen kepada Gus Dur
Istri Presiden Ke-4 RI Sinta Nuriyah mencurahkan rasa kangennya kepada sang suami, Abdurahman Wahid pada peringatan satu dekade berpulangnya Gus Dur di Kediaman, Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (28/12/2019) malam. (Foto: iNews.id/Felldy Utama)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Istri Presiden Ke-4 RI Sinta Nuriyah Wahid mengungkapkan rasa kangennya kepada sang suami, Abdurahman Wahid (Gus Dur). Rasa itu ditumpahkan Sinta pada peringatan satu dekade berpulangnya Gus Dur yang digelar di Kediamannya, Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (28/12/2019) malam.

Awalnya, dalam acara itu Sinta memberikan kata sambutan selaku perwakilan keluarga. Dia menyampaikan, hari ini merupakan tahun kesepuluh Gus Dur berpulang dan meninggalkan orang-orang yang dicintainya. Namun, dia bersyukur tahun demi tahunnya masih banyak orang-orang yang masih mau mendoakannya.

"Ini pertanda bahwa masyarakat menikmati kiprah Gus Dur. Bahkan, pada malam ini, malam ke sepuluh peninggalan Gus Dur, masyarakat bukan menerima dan mengikuti, tapi di sini ada tekad merealisasikan gagasan yang telah dituangkan Gus Dur. Saya yakin, ide dan pemikiran Gus Dur masih hidup bersama kita semua," tutur Sinta dalam sambutannya.

Ketika memberikan sambutan, Sinta sempat diam sejenak dan mencari putri bungsunya, Inayah Wahid yang berada di sampingnya. Saat itu, dia bertanya kepada Inayah apa saja yang harus disampaikan dari kata sambutannya.

Inayah lewat candaanya meminta sang Ibu mencurahkan isi hatinya sebagai lanjutan dari kata sambutannya. "Ibu enggak mau curhat? Emang ibu enggak kangen sama bapak, bu?," tanya Inayah kepada sang ibunda dengan gaya genitnya.

"Ya kangen," jawab singkat Sinta membalas pertanyaan putri bungsunya itu.

Sebelumnya, Sinta menjelaskan alasan keluarga menggelar acara rembug budaya dengan tajuk "Kebudayaan Melestarikan Kemanusiaan." Menurut dia, ada satu hal yang perlu dicatat semasa Gus Dur masih hidup yaitu kepedulian terhadap kebudayaan.

"Bagi Gus Dur, kebudayaan bukan tidak semata-mata hanya cipta dan kreasi manusia. Tetapi merupakan perilaku hidup untuk menegakkan dan membela harkat kemanusiaan. Sikap ini bertindak pada pandangan Gus Dur bahwa kebudayaan adalah aspek penting kemanusiaan," kata Sinta dalam sambutannya di acara peringatan satu dekade berpulangnya Gus Dur, Sabtu, (28/12/2019).

Dia menilai kebudayaan akan menjadi pembeda bagi manusia dengan makhluk lainnya. Manusia akan tetap menjadi manusia sepanjang dia berbudaya.

Namun sebaliknya, dia tidak lagi menjadi manusia jika tidak berbudaya. "Untuk itu, Gus Dur selalu menyerukan pentingnya kebudayaan dalam kehidupan," ujarnya.

Editor: Djibril Muhammad

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut