Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Soal MNC Bank, OJK: Tak Ada Isu Serius Sama Sekali, Masyarakat Jangan Terpancing Rumor
Advertisement . Scroll to see content

MSCI Ancam Status Standalone Market, Investor Asing Tarik Dana Rp16,88 Triliun dari RI

Kamis, 05 November 2026 - 21:25:00 WIB
MSCI Ancam Status Standalone Market, Investor Asing Tarik Dana Rp16,88 Triliun dari RI
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, Hasan Fauzi saat Konferensi Pers RDKB Oktober, Kamis (5/11/2026). (Foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait ancaman perubahan status pasar modal Indonesia menjadi standalone market memicu tekanan terhadap investasi asing. Investor asing tercatat melepas saham atau net sell sebesar Rp16,88 triliun sepanjang Oktober 2026.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat aksi jual bersih tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan perubahan persepsi risiko investor terhadap pasar modal Indonesia.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, Hasan Fauzi, menjelaskan kondisi tersebut turut menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sepanjang Oktober 2026, IHSG terkoreksi 16,7 persen secara bulanan dan ditutup di level 5.057.

"Masih berlanjutnya ketidakpastian global dan dinamika persepsi risiko investor serta pengumuman MSCI atas konsultasi reklasifikasi status Indonesia, turut memengaruhi dinamika pergerakan pasar modal dalam negeri," katanya dalam Konferensi Pers RDKB Oktober, Kamis (5/11/2026).

Tekanan di pasar saham juga terlihat dari penyusutan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada Oktober 2026, kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp8.862 triliun atau turun 17,14 persen dibandingkan September 2026 yang mencapai Rp10.695 triliun.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut