Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bos MSCI Buka Suara soal Usulan Downgrade Pasar Saham RI ke Standalone Market
Advertisement . Scroll to see content

MSCI Bongkar Masalah Pasar Modal Indonesia, Transparansi Kepemilikan Saham hingga Penegakan Hukum

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:37:00 WIB
MSCI Bongkar Masalah Pasar Modal Indonesia, Transparansi Kepemilikan Saham hingga Penegakan Hukum
MSCI menyoroti transparansi kepemilikan saham, dugaan manipulasi perdagangan, dan lemahnya penegakan hukum dalam evaluasi pasar modal Indonesia. (Foto: Ilustrasi/SINDO)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Morgan Stanley Capital International (MSCI) menjelaskan sejumlah persoalan yang melatarbelakangi konsultasi mengenai potensi penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia menjadi standalone market. Sorotan utama terkait transparansi kepemilikan saham, dugaan manipulasi perdagangan, hingga penegakan hukum yang dinilai belum memadai.

Managing Director MSCI Raman Aylur Subramanian menegaskan, persoalan tersebut bukan sekadar menyangkut indeks saham, melainkan juga kredibilitas pasar modal Indonesia secara keseluruhan. Karena itu, perbaikan tidak cukup dilakukan melalui perubahan regulasi atau penyesuaian komposisi indeks.

Dalam pertemuan dengan investor yang diselenggarakan UBS Group AG pada Selasa (20/10/2026), Subramanian menyampaikan bahwa penilaian MSCI didasarkan pada masukan pelaku pasar dan kerangka evaluasi yang objektif.

"Di tengah upaya Indonesia berpacu dengan waktu untuk menghindari pukulan ganda terhadap statusnya, negara ini perlu meyakinkan MSCI dan para investor global bahwa mereka mampu meregulasi pasar saham secara efektif," ucap Raman dilansir dari Bloomberg, Sabtu (24/10/2026).

Managing Partner Carthage Capital Stephen Wu menambahkan, persoalan yang menjadi sorotan meliputi struktur kepemilikan saham yang tidak transparan, konsentrasi kepemilikan pada sejumlah emiten, serta dugaan transaksi yang berpotensi mengganggu pembentukan harga saham secara wajar.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut