Muktamar NU, KH Miftachul Akhyar Kembali Terpilih Jadi Rais Aam PBNU
Sebelumnya, Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan anggota AHWA terlebih dahulu ditetapkan dalam sidang pleno. Setelah itu, sembilan anggota tersebut menggelar sidang untuk menentukan Rais Aam PBNU.
"Ya nanti ditetapkan, nanti akan ditetapkan dulu di pleno. Ah, tentu anggota AHWA akan bersidang apakah nanti di belakang, tempatnya di mana, itu tergantung sama beliau-beliau. Biasanya sih, biasanya itu nanti ini dulu, apa? Terpilih dulu. Setelah terpilih baru proses pemilihan Ketua Umum biasanya," kata Gus Ipul kepada awak media di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu (30/8/2026).
Gus Ipul menjelaskan penetapan Rais Aam menjadi tahapan penting sebelum proses pemilihan Ketua Umum PBNU dilakukan.
Pasalnya, calon Ketua Umum PBNU yang nantinya dipilih juga membutuhkan persetujuan dari Rais Aam terpilih.
"Ya, sidang AHWA dulu, setelah AHWA memutuskan atau menetapkan Rais Aam yang kemudian menjadi Rais Aam terpilih, maka baru proses pemilihan Ketua Umum bisa dilaksanakan. Kenapa? Karena semuanya nanti itu bergantung pada restu daripada Rais Aam terpilih," ujarnya.