Profil 5 Bakal Calon Ketum PBNU di Muktamar ke-35 NU Jombang, Siapa Paling Kuat?
JOMBANG, iNews.id – Profil lima nama bakal calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada gelaran Muktamar ke-35 NU menarik diketahui warga Nahdliyyin.
Muktamar yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, memasuki babak krusial yakni penentuan Ketua Umum PBNU periode 2026-2031.
Meski demikian, perhelaatan muktamar masih berlangsung dinamis dengan suasana kondusif. Mekanisme tata cara pemilihan pun telah disepakati secara musyawarah, Minggu (30/8/2026) dini hari.
Meski tidak ada sistem pendaftaran formal di awal, sedikitnya lima nama tokoh kuat meramaikan bursa calon Ketua Umum PBNU. Berikut rekam jejak dan profil singkat kelima bakal calon Ketua Umum PBNU tersebut.
1. KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya)
Sosok petahana ini menjabat sebagai Ketua Umum PBNU sejak 24 Desember 2021 dan baru saja menyelesaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusannya.
Lahir pada 16 Februari 1966, Gus Yahya menempuh pendidikan di Madrasah Al-Munawwir Krapyak Bantul, SMAN 1 Yogyakarta, dan Fakultas Sosial Politik Universitas Gadjah Mada (UGM).
Mantan Ketua Cabang HMI Yogyakarta (1986–1987) ini pernah menjabat sebagai Katib Aam PBNU (2015–2020), Juru Bicara Presiden era KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di era Presiden Joko Widodo.
2. KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin)
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang ini lahir di Jombang pada 17 Agustus 1958. Gus Kikin merupakan cicit dari ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratusy Syeikh KH Hasyim Asy'ari.

Saat ini, Gus Kikin memegang amanah sebagai Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Pengalaman kepemimpinan serta latar belakang keluarganya yang kuat di NU membuatnya menjadi salah satu kandidat favorit dukungan pengurus wilayah dan cabang.
3. KH Abdussalam Shohib (Gus Salam)
Pengasuh Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar, Jombang ini lahir di Bangkalan, Madura, pada tahun 1977. Gus Salam merupakan cucu dari KH Bisri Syansuri, ulama pendiri NU.