Neraca Dagang RI Surplus 5,55 Miliar Dolar AS di Kuartal I 2026, Rekor 71 Bulan Beruntun
Secara keseluruhan, kontribusi dari ketiga negara tersebut mencakup 44,48 persen dari total ekspor nonmigas nasional.
Neraca Dagang RI Surplus 67 Bulan Beruntun, Tembus 2,66 Miliar Dolar AS per November 2025
Di sisi lain, nilai impor kumulatif Indonesia hingga Maret 2026 menyentuh angka 61,30 miliar dolar AS, atau melonjak 10,05 persen secara tahunan.
Impor nonmigas naik 12,16 persen menjadi 52,97 miliar dolar AS, sementara impor migas mengalami penurunan tipis 1,72 persen menjadi 8,33 miliar dolar AS.
Berdasarkan penggunaannya, peningkatan impor terjadi di seluruh kategori. Di antaranya Bahan Baku/Penolong masih mendominasi dengan nilai 43,17 miliar dolar AS (naik 6,89 persen), Barang Modal mencatatkan lonjakan persentase tertinggi sebesar 24,02 persen dengan nilai 12,98 miliar dolar AS, Barang Konsumsi tumbuh 6,12 persen dengan nilai 5,15 miliar dolar AS
Adapun China tetap menjadi negara asal impor nonmigas terbesar bagi Indonesia dengan kontribusi mencapai 41,56 persen atau senilai 22,02 miliar dolar AS.
Surplus perdagangan nonmigas selama Januari hingga Maret 2026 disumbang oleh lima komoditas andalan, yakni lemak dan minyak hewan/nabati (8,68 miliar dolar AS), bahan bakar mineral (6,22 miliar dolar AS), besi dan baja 4,29 miliar dolar AS nikel 3,24 miliar dolar serta alas kaki (1,49 miliar dolar AS).
Kinerja ini menunjukkan bahwa produk manufaktur dan sumber daya olahan Indonesia masih memiliki daya saing yang tinggi di pasar internasional.
Editor: Puti Aini Yasmin