Nurhadi Tidak Dikawal Ketat saat Ditangkap KPK

Riezky Maulana ยท Selasa, 02 Juni 2020 - 18:40 WIB
Nurhadi Tidak Dikawal Ketat saat Ditangkap KPK

Wakil Ketua KPK NUrul Ghufron. (Foto: iNews.id/Riezky Maulana)

JAKARTA, iNews.id - Penangkapan 2 buronan kasus dugaan suap dan gratifikasi penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA) Nuhadi dan menantunya Rezky Herbiyanto berlangsung lancar. Nurhadi dan Rezky ditangkap di kawasan Simprug, Jakarta Selatan, Senin, 1 Juni 2020 malam.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan, tim penyidik KPK tidak menemukan Nurhadi mendapatkan pengawalan atau pengamanan ketat dari pihak eksternal saat ditangkap.

"Kami masuk tidak ada sedikitpun halangan. Jadi kalau memang kemudian ada yang menyatakan dikawal, dijaga, kami memasuki ruangan itu tanpa ada sediktpun halangan dari pihak manapun," katanya dalam konferensi pers di Gedung KPK Jakarta, Selasa (2/6/2020).

Saat penangkapan, Ghufron menerangkan, tim penyidik KPK terpaksa mendobrak pintu rumah Nurhadi. Hal itu dilakukan lantaran Nurhadi tidak bersikap kooperatif saat penyidik KPK sampai di depan rumah untuk menjemputnya.

"Hanya tidak membukakan pintu karena mungkin dia takut atau apapun gitu ya sehingga dia tidak membuka pintu. Kami membuka paksa saja, tetapi tidak ada halangan atau hambatan dari pihak-pihak manapun," ujarnya.

Nurhadi dan menantunya disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsidairr Pasal 5 ayat (2) lebih subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Nurhadi dan Rezky bersama Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto (HS) telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait dengan perkara di MA pada tahun 2011-2016 pada 16 Desember 2019.

Ketiganya telah dimasukkan dalam status Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 11 Februari 2020. Sementara untuk tersangka Hiendra belum tertangkap dan tim KPK masih memburu.

Nurhadi dan Rezky ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi senilai Rp46 miliar terkait pengurusan sejumlah perkara di MA sedangkan Hiendra ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.

Editor : Djibril Muhammad