PA 212: Tak Ada Alasan bagi Polisi Tidak Menangkap Ade Armando

Wildan Catra Mulia ยท Kamis, 21 November 2019 - 17:04 WIB
PA 212: Tak Ada Alasan bagi Polisi Tidak Menangkap Ade Armando

Akademisi UI Ade Armando dilaporkan atas kasus dugaan pelanggaran UU ITE karena mengunggah meme Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bergambar Joker. (Foto: Koran SINDO/Ratna Purnama).

JAKARTA, iNews.id – Persaudaraan Alumni (PA) 212 bakal melaporkan aktivis liberal Ade Armando atas dugaan pencemaran nama baik Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab. Ketua Media Center PA 212, Novel Bamukmin mengatakan, laporan itu tengah disiapkan pihaknya.

“Untuk pelaporan Ade Armando, saya akan berkordinasi dulu dengan ketua Divisi Hukum PA 212, Bang Damai Hari Lubis yang juga sebagai ketua Korlabi,” kata Novel saat dihubungi iNews.id, Kamis (21/11/2019).

Senator asal Jakarta, Fahira Idris, sebelumnya melaporkan Ade Armando ke Polda Metro Jaya terkait dengan kasus “meme Joker” Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ade pun menuduh Habib Rizieq berperan dalam laporan polisi yang dibuat Fahira itu.

Atas tuduhan Ade tersebut, PA 212 memberikan tenggat waktu kepada dosen Universitas Indonesia itu sampai Jumat (22/11/2019) besok untuk membuktikan ucapannya. Novel juga menegaskan, Ade sebelumnya sudah menjadi tersangka penistaan agama, beberapa tahun lalu. Novel pun mengaku pernah menjadi saksi atas kasus tersebut di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Bahwa Ade Armando itu statusnya adalah tersangka dugaan kasus penista agama dan saya sebagai saksi fakta di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, lewat gugatan praperadilan untuk Ade Armando yang akhirnya menjadi tersangka kembali,” katanya.

Dengan begitu, Novel meminta pihak kepolisian untuk menangkap dan menahan Ade Armando atas perlakuannya yang menyakitkannya umat Islam, di samping karena telah menghina dan memfitnah Habib Rizieq Shihab.

“Kasus Ade Armando yang diduga menistakan agama itu adalah tindak pidana yang dijerat Pasal I56a KUHP dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun. Ini sudah termasuk pidana berat sehingga tersangka harus dipenjara agar tidak membuat kegaduhan lagi,” katanya. Novel jug berharap kepada Kapolri Jenderal Idham Aziz untuk bisa menegakkan hukum setinggi-tinggi terhadap kasus itu.

Ade Armando sebelumnya menyinggung soal pertemuan Fahira Idris dengan Rizieq Shihab di Arab Saudi saat pergi umrah, beberapa waktu lalu. Dia pun curiga ada peran Rizieq dalam pelaporannya ke polisi oleh Fahira..

“Ternyata jawabannya jelas ketemu Rizieq Shihab di Makkah. Rizieq itu musuh saya memang. Kalau dicari alasan, ya bayangin dong, umrah ketemu Rizieq Shihab mau bikin reuni 212, ya udah jelas,” kata Ade kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (20/11).

“Tadi saya bilang, ternyata sekarang Bu Fahira ke Saudi ketemu Pak Rizieq, kan. Ya itu semakin menjelaskan kenapa Bu Fahira membenci saya kan,” ucapnya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil