Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bahaya Plastik Hitam Dipakai Bungkus Daging, Bisa Picu Gangguan Saraf hingga Kanker
Advertisement . Scroll to see content

Pakar Unair Buka-bukaan Soal Penyebab Harga Daging Sapi Meningkat

Selasa, 15 Maret 2022 - 18:22:00 WIB
Pakar Unair Buka-bukaan Soal Penyebab Harga Daging Sapi Meningkat
Ilustrasi kenaikan harga daging sapi (Foto/Dok.MPI)
Advertisement . Scroll to see content

Alhasil, pasokan daging sapi di Indonesia berkurang. Padahal, kebutuhan daging sapi di Indonesia justru mengalami kenaikan dan mengakibatkan supply demand yang tidak seimbang.

Kebijakan ekspor tersebut juga menyebabkan harga sapi hidup bakalan dari Australia meningkat. Pada tahun 2020 sekitar US$2,8 atau Rp39.000 per kg sapi berat hidup. Kemudian pada tahun 2021, ada kenaikan sekitar US$3,78 atau sekitar Rp52.000 per kg berat sapi hidup.

“Kenaikan impor sapi bakalan sekitar 30 persen ini juga akan mendorong kenaikan harga sapi dan menyebabkan biaya produksi ikut meningkat,” jelas dia.

  • Konsumsi Meningkat

Konsumsi daging dalam negeri diketahui meningkat dari 2,3 kg per kapita menjadi 2,5 kg per kapita. Dalam kondisi supply yang berkurang akibat kebijakan Australia dan demand yang meningkat, otomatis akan berpengaruh kepada harga daging sapi.

Selama ini masyarakat Indonesia mengonsumsi daging sapi yang hidup, bukan frozen meat atau daging beku. “Kebutuhan daging sapi segar di Indonesia sekitar 85 persen, sedangkan 15 persen sisanya adalah frozen meat,” ujar Rossanto.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut