Panglima TNI Ungkap Alasan Kerahkan Prajurit Besar-besaran ke Jakarta
Dia merinci, ancaman alam yang diantisipasi mencakup bencana tanah longsor, banjir, kebakaran hutan, hingga tsunami. Sementara itu, ancaman nonalam akibat ulah manusia meliputi konflik sosial, terorisme, separatisme, dan makar.
Agus menerangkan, masing-masing tingkatan siaga memiliki aturan berbeda mengenai penempatan prajurit dan alutsista. Pada status siaga 3, kondisi masih tergolong aman sehingga prajurit tetap menjalankan aktivitas rutin dan latihan di satuan masing-masing.
"Personel dan alutsista stand by di satuan masing-masing dan prajurit melaksanakan kegiatan rutin latihan di dalam satuan. Kemudian diberlakukan, prajurit tidak boleh keluar kesatrian," tuturnya.
Berbeda dengan siaga 3, status siaga 2 diberlakukan ketika situasi mulai menunjukkan peningkatan kewaspadaan. Pada tahap ini, sekitar setengah hingga tiga perempat kekuatan prajurit dan alutsista dipersiapkan untuk menempati pos yang telah ditentukan.
Siaga 1 merupakan tingkat kesiapsiagaan tertinggi ketika eskalasi ancaman meningkat. Pada kondisi tersebut, prajurit dan alutsista telah ditempatkan di pos masing-masing dan tidak diperkenankan meninggalkan kesatrian.