Panglima TNI Ungkap Alasan Kerahkan Prajurit Besar-besaran ke Jakarta
"Personel dan alutsistanya sudah disiagakan dan masuk ke pos masing-masing. Tentunya personel, atau prajurit tidak boleh keluar kesatrian. Itu yang biasa dilakukan oleh internal TNI," ucap Agus.
Dia menambahkan, penerapan status siaga tidak ditentukan berdasarkan jangka waktu tertentu. Penyesuaian tingkat kesiapsiagaan bergantung pada perkembangan kondisi di lapangan. Jika situasi telah kembali kondusif, status siaga dapat diturunkan secara bertahap.
"Siaga itu tidak ada waktu. Jadi lihat situasi sudah kondusif, baru kita siaga 1, kita menurutkan siaga 2 dan siaga 3," kata dia.
Terkait kemungkinan adanya ancaman khusus yang melatarbelakangi pengerahan puluhan ribu prajurit ke Jakarta, Agus menyebut kesiapsiagaan serupa diterapkan di berbagai wilayah. Langkah ini dilakukan agar pasukan dan alutsista selalu siap menghadapi potensi gangguan maupun keadaan darurat.
Selain ancaman keamanan, TNI juga memperhitungkan potensi bencana alam, terutama memasuki periode musim hujan.
"Kita selalu mengantisipasi setiap wilayah, kita berlakukan siaga tersebut supaya kesiapsiagaan personel dan alutsista tetap terjaga. Makanya kita melakukan siaga terus," tuturnya.
Editor: Aditya Pratama