Partai Perindo Berharap Ada Sistem yang Menjamin Transparansi untuk Cegah Korupsi

Arie Dwi Satrio ยท Jumat, 21 Januari 2022 - 16:06:00 WIB
Partai Perindo Berharap Ada Sistem yang Menjamin Transparansi untuk Cegah Korupsi
Ketua DPP Partai Perindo Bidang Hukum dan Advokasi, Christophorus Taufik (Foto : Ist)

JAKARTA, iNews.id - Partai Persatuan Indonesia (Perindo) membeberkan salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk memberantas korupsi ke depan. Strategi itu yakni, dengan menciptakan suatu sistem yang menjamin terjadinya transparansi.

Diharapkan, celah potensi korupsi berkurang setelah adanya sistem yang transparan.

"Tantangannya ke depan menurut saya, kita harus mampu menciptakan suatu sistem yang menjamin terjadinya transparansi," kata Ketua DPP Partai Perindo Bidang Hukum dan Advokasi, Christophorus Taufik saat menjadi pembicara dalam Webinar Partai Perindo yang bertemakan 'Tantangan Pemberantasan Korupsi Di Indonesia 2022', Jumat (21/1/2022).

Christophorus berpandangan, saat ini sistem yang berbasiskan transparansi sudah mulai berkembang sejalan dengan perkembangan era digital. Di mana, telah banyak aplikasi-aplikasi atau sistem yang memaksa masyarakat untuk transaksi, membuat laporan, serta melakukan kesepakatan lewat teknologi digital.

"Contoh, kita sudah mengenalnya yang namanya e-catalog, mungkin harapan saya kedepan kita bisa mengenal lagi yang namanya e-government, dan e yang lainnya," beber Christophorus.

Menurut Christophorus, ruang digitalisasi dapat mengurangi adanya interaksi antar pihak. Sehingga, celah-celah potensi korupsi pun diharapkan akan berkurang sejalan dengan terbatasnya interaksi antar pihak.

"Jadi, ketika interaksi antar pihak tidak terjadi, rasanya agak susah untuk menemukan ruang-ruang gelap untuk terjadinya kesepakatan-kesekapatan yang koruptif," katanya.

Tantangan untuk memberantas korupsi kedepan lainnya, kata Christophorus, seluruh pihak harus pandai memetakan titik-titik yang menjadi pintu masuk terjadinya tindak pidana korupsi.

"Contoh, mengenai pagu anggaran, harga yang ditetapkan dalam tender, mestinya dalam penetapan harga itu kita sudah mulai memakai kajian yang mendekati titik keenomisan," tuturnya. 

Christophorus juga berharap adanya kesamaan pemikiran antar seluruh elemen jika ingin Indonesia bebas dari korupsi. Di mana, korupsi haruslah dimaknai sebagai musuh bersama. Ia menilai hal itu memang sulit dilakukan. Sebab, menurutnya, masih ada disparitas antara konsep dengan pelaksanaan.

"Tetapi disparitas itu bisa diperkecil ketika semua sistem sudah mengarah kesana. Sehingga, ketika transparansi sudah terjadi, maka rasanya sangat mustahil untuk bisa dilakukan transaksi-transaksi yang mengarah ke tindak pidana korupsi," katanya.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq

Bagikan Artikel: