Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pasokan Minyak Mentah Terganggu, ESDM Tak Lagi Andalkan Lelang Impor BBM
Advertisement . Scroll to see content

Pasokan Minyak Mentah Terganggu, Pemerintah Cari Negara Lain untuk Beli Langsung

Selasa, 06 Oktober 2026 - 04:17:00 WIB
Pasokan Minyak Mentah Terganggu, Pemerintah Cari Negara Lain untuk Beli Langsung
Ilustrasi Kapal Tanker. (Foto: Ilustrasi/AP)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah mulai mencari negara lain yang memiliki kelebihan stok minyak mentah untuk dibeli langsung demi menjaga pasokan bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. Langkah tersebut ditempuh di tengah terganggunya pasokan minyak global akibat konflik di kawasan Timur Tengah.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, pemerintah kini melakukan hunting atau pencarian sumber minyak dari negara-negara yang masih memiliki stok.

Menurutnya, langkah tersebut berbeda dengan mekanisme pengadaan sebelumnya yang mengandalkan lelang oleh PT Pertamina (Persero). Saat ini, lelang dinilai tidak lagi efektif karena minimnya peserta akibat kondisi pasar minyak global.

"Kita lakukan hunting untuk menjaga agar stok nasional itu ada dan hunting ini tidak lagi mekanisme pengadaan seperti sebelumnya. Jika sebelumnya Pertamina itu melakukan lelang, maka sekarang lelang itu relatif pesertanya tidak ada," ucap Laode dalam Rakor Inflasi bersama Kemendagri di Jakarta, Senin (5/10/2026).

Pencarian sumber minyak dari luar kawasan Timur Tengah karena pengiriman dari wilayah tersebut kini menghadapi ketidakpastian. Kondisi itu salah satunya dipicu gangguan di Selat Hormuz yang berdampak terhadap pasokan minyak ke Indonesia.

Laode menyebut, Indonesia kehilangan sekitar 25 persen pasokan minyak nasional akibat kondisi tersebut. Padahal, minyak dari Timur Tengah selama ini menjadi salah satu sumber pasokan dengan harga yang relatif lebih murah.

Karena itu, pemerintah kini harus mencari alternatif dari negara lain meski harga minyak yang dibeli berpotensi lebih mahal. Langkah tersebut dinilai perlu dilakukan agar ketersediaan BBM nasional tetap terjaga.

"Jadi, kita harus cari negara-negara yang punya kelebihan stok, kita beli dengan harga akan bisa berpotensi lebih tinggi daripada harga kalau kita lakukan dengan pengadaan biasa," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sempat mengumumkan pembentukan Badan Layan Umum (BLU) dari Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi Lemigas. BLU ini akan menjadi kepanjangan tangan langsung dari pemerintah untuk melakukan pengadaan impor minyak mentah.

Bahlil mengatakan, ketika presiden tengah melakukan kunjungan kerja ke sebuah negara dan sekaligus terdapat potensi untuk membeli minyak, maka bisa segera dilakukan lewat BLU Lemigas.

"Tujuannya agar memotong mata rantai daripada proses yang selama ini terjadi. Itu bisa G-to-G, kalau Presiden katakanlah melakukan kerja sama dengan negara lain, terkait dengan crude, itu bisa langsung G-to-G dan ditindaklanjuti lewat G-to-B lewat negara gitu ya," ujarnya saat ditemui di Kompleks DPR RI, Senin (8/6/2026).

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut