PDIP Menarik Diri dari Kompetisi Pilgub Sumbar 2020

Antara, Sindonews, Ahmad Islamy Jamil ยท Minggu, 06 September 2020 - 07:22 WIB
PDIP Menarik Diri dari Kompetisi Pilgub Sumbar 2020

Logo PDIP (ilustrasi). (Foto: Istimewa)

PADANG, iNews.idPDIP Sumatera Barat akhirnya menyatakan menarik diri dari perhelatan Pilgub Sumbar 2020. Keputusan itu diambil menyusul beredaranya video berisi pernyataan bakal calon wakil gubernur Sumbar, Ali Mukhni, mengembalikan mandat atau dukungan sebagai pasangan calon dari PDIP.

Ketua DPD PDIP Sumatera Barat, Alex Indra Lukman mengatakan, video yang tersebar luas sejak Sabtu (5/9/2020) pagi melalui berbagai platform sosial media itu masuk ke gawai miliknya. Dia lantas menyimak alasan pengembalian mandat Ali Mukhni. Dia kemudian dikejutkan dengan kiriman tautan berita yang berisi pernyataan Mulyadi—yang juga menjabat ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Barat.

Salah satu poin penting yang disampaikan dalam berita itu adalah, pasangan Mulyadi-Ali Mukhni sampai Sabtu kemarin belum menerima form B1 KWK—yang menjadi salah satu persyaratan dukungan di Pilkada. Sementara, surat keputusan (SK) DPP PDIP yang memberikan dukungan kepada paslon Mulyadi-Ali Mukhni telah disampaikan oleh Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, dalam rapat secara virtual Rabu (2/9/2020) lalu.

“Sebagai ketua PDIP Sumatera Barat, saya langsung menggelar rapat bersama pengurus lainnya menyikapi pemutusan pengembalian mandat secara sepihak ini,” kata Alex melalui keterangan tertulis di Padang, Sabtu (5/9/2020).

Menurut dia, dalam rapat mendadak itu, memutuskan PDIP Sumatera Barat tidak mengikuti lagi proses pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumbar pada Pilkada Serentak 2020 yang memasuki masa pendaftaran pasangan calon yang berakhir 6 September 2020.

“Keputusannya kami ambil dalam rapat partai yang digelar sejak Sabtu siang sampai sore. Ini baru keputusan tingkat DPD. Kami telah sampaikan sikap politik kami di Pilgub Sumbar ini ke DPP PDIP,” katanya.

Menurut Alex, keputusan tersebut diambil karena kurang terjalinnya komunikasi politik Mulyadi-Ali Mukhni dengan pihaknya belakangan ini. Menurunnya kualitas komunikasi itu terjadi terutama setelah munculnya pro kontra terkait pernyataan Ketua Umum PDIP, Megawati Sukarnoputri Puti Reno Nilam, serta; pernyataan Ketua DPP PDIP Bidang Politik dan Keamanan, Puan Maharani, tentang Pancasila dan masyarakat Sumatera Barat.

Menurut dia, sebagai seorang yang sudah dianggap uda (abang), seharusnya Ali Mukhni dapat menelepon dirinya secara langsung terkait apa pun keberatannya dalam proses pencalonan di Pilkada Sumbar 2020. “Sayang, ini tak dilakukan beliau (Ali Mukhni). Saya hanya dapat penjelasan melalui rekaman video, dari tempat beliau dikarantina akibat terpapar Covid-19,” kata Alex.

Editor : Ahmad Islamy Jamil

Halaman : 1 2 Tampilkan Semua