Pembobol Rekening Ilham Bintang Belanja Emas via Online

Irfan Ma'ruf ยท Rabu, 05 Februari 2020 - 22:15 WIB
Pembobol Rekening Ilham Bintang Belanja Emas via Online

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (tengah). (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf)

JAKARTA, iNews.id - Salah satu dari delapan tersangka kasus pembobolan rekening Ilham Bintang diketahui membelanjakan hasil jarahannya. Tersangka yang bernama Desar alias Erwin (27) itu membeli emas secara online.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, Desar membeli emas di Lazada dan blibli.com. Dari pembelian tersebut ternyata menghasilkan uang.

"Contoh beli emas kemudian bisa jadi uang, emas itu ditransfer masuk ke rekening penampung. Dari bank Commonwealth Rp200 juta lebih dan BNI Rp83 juta," katanya di Polda Metro Jaya, Rabu (5/2/2020).

Tersangka Desar alias Erwin merupakan bos dari sindikat penipuan asal Sumatra Selatan (Sumsel). Sedangkan tujuh tersangka lainnya bernama Teti Rosmiawati (46), Wasno (52), Arman Yunianto (53), Jati Waluyo (33), Hendri Budi Kusumo (24), Rifan Adam Pratama (25), dan Heni Nur Rahmawati (25).

Yusri memaparkan bagaimana cara Desra membelanjakan hasil jarahannya yang kemudian menghasilkan uang. Dia menyebut, Desar menyuruh tersangka Wasno, AY dan TR yang berada di Jakarta untuk menduplikat kartu SIM korban dengan cara datang langsung ke gerai Indosat di Jakarta Barat.

Sebelum datang ke gerai Indosat, ada peran tersangka JW yang membuat KTP palsu Ilham Bintang dengan foto yang tertera orang lain. Saat W, AY dan TR ke gerai Indosat, D bertugas memastikan hp Ilham Bintang tetap dalam kondisi mati agar para pelaku bisa membuat SIM card dengan data korban.

"Teknisnya, nomor hp didapat dari H dia coba buat SIM card baru. Dia cek hp yang mati dan saat di cek nomornya Ilham Bintang mati. Ini kesempatan dia membuat SIM card baru," kata Yusri.

Kemudian tersangka membuat SIM card palsu di gerai Indosat, D terus menghubungi nomor telepon Ilham Bintang untuk memastikan nomor itu tetap mati. Diketahui, saat itu Ilham Bintang sedang keluar negeri dan hpnya dalam keadaan mati.

Setelah mendapat data, D mengubah kata sandi email Yahoo Ilham Bintang. Tidak berapa lama, Yahoo mengirim One Time Password (OTP) melalui SMS di nomer handphone baru. Setelah itu, D mengubah kata sandi email Ilham Bintang.

"Masuk emailnya di messages keluar data Bank BNI dan Commonwealth milik Ilham Bintang. Di sini mulai bermain pertama membeli barang-barang melalui Lazada blibli.com. Setelah itu ada beli barang Commonwealth bisa masuk ke transfer melalui Lazada keluar adalah uang," tuturnya.

Atas perbuatanya, para tersangka dikenakan Pasal 35 junto Pasal 51 ayat 1 junto Pasal 30 junto Pasal 46 ayat 1 UU RI 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 363 KUHP, Pasal 263 KUHP, Pasal 3 dan 4 junto Pasal 10 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang.

Editor : Djibril Muhammad