Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pemerintah Bantah Tolak Bantuan Malaysia untuk Atasi Karhutla, Kemenko Polkam: Sedang on Going
Advertisement . Scroll to see content

Pemerintah Bantah Minta Jepang Setop Bantu Tangani Karhutla: Operasional hanya 2 Minggu

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:29:00 WIB
Pemerintah Bantah Minta Jepang Setop Bantu Tangani Karhutla: Operasional hanya 2 Minggu
Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Data, dan Informasi Kemenko Polkam, Brigjen TNI Honi Havana (tengah). (Foto: Achmad Al Fiqri)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) membantah narasi yang menyebut Pemerintah Indonesia menghentikan sepihak bantuan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari otoritas Jepang. Bantuan dari Jepang berakhir setelah dua minggu berdasarkan kesepakatan.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Data, dan Informasi Kemenko Polkam, Brigjen TNI Honi Havana, menjelaskan berakhirnya operasional bantuan tersebut bukan disebabkan permintaan dari pemerintah Indonesia.

"Muncul juga di sosial media, seolah-olah kita yang apa menyampaikan mereka untuk sudah selesai, padahal bukan," ujar Honi saat jumpa pers di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2026).

Honi menuturkan, berdasarkan keterangan Kementerian Pertahanan (Kemhan) operasional pesawat dari Jepang untuk membantu penanganan karhutla memang direncanakan berlangsung selama dua minggu.

"Memang kemarin yang dari pesawat yang dari Jepang itu menurut keterangan dari Kementerian Pertahanan, itu menyampaikan memang operasional mereka hanya 2 minggu," tutur Honi.

Dia pun menegaskan, kepulangan tim bantuan Jepang dilakukan sesuai jadwal operasional yang telah direncanakan, bukan karena Indonesia meminta bantuan tersebut dihentikan.

"Jadi setelah 2 minggu, ya mereka sesuai dengan timeline-nya mereka, rencana mereka, mereka harus kembali, bukan, bukan ada istilah kita yang menyampaikan mereka untuk cukup memberikan bantuan kepada kita," tutur Honi.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut