Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : DPR soal Isu BPJS Kesehatan Bakal Diganti Klinik Kopdes: Tak Bisa Dihapus, Sudah Diatur UU
Advertisement . Scroll to see content

Pemerintah Pangkas 50 Persen Target Pembangunan Kopdes Tahun Ini, Jadi 40.000 Unit

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:33:00 WIB
Pemerintah Pangkas 50 Persen Target Pembangunan Kopdes Tahun Ini, Jadi 40.000 Unit
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). (Foto: Kementerian UMKM)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah memangkas target pembangunan fisik gudang dan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dari 80.000 menjadi maksimal 40.000 unit hingga akhir 2026. Keterbatasan lahan yang memenuhi kriteria ideal menjadi salah satu kendala dalam percepatan pembangunan tersebut.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Yandri Susanto menjelaskan, target pembentukan 80.000 KDKMP telah tercapai dari sisi badan hukum. Namun, pembangunan fisik diprioritaskan di desa-desa yang memiliki lahan sesuai kriteria yang ditetapkan Agrinas dan TNI.

"Kalau kita dari sisi badan hukum kan memang sudah 80.000. Tapi untuk pembangunan, tahap pertama ini kita bangun itu yang tanahnya ideal yang ditentukan oleh Agrinas dan TNI, yaitu tanah 1.000 meter dengan (total luas bangunan) 600 (meter persegi), 20 × 30 meter," kata Yandri di Universitas Tarumanagara, Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Yandri menyebut, saat ini baru sekitar 35.000 lokasi yang memenuhi kriteria lahan ideal tersebut. Pemerintah menargetkan pembangunan gudang, gerai, dan perlengkapan logistik di lokasi-lokasi itu rampung hingga akhir 2026.

"Nah, tanah yang ideal itu belum banyak, sekitar 35.000 lebih sedikit lokasinya. Nah, itu yang sekarang dibangun. Jadi kalau sampai akhir tahun ini, insyaallah di angka 35.000 lebih atau hampir 36.000 selesai gudang, gerai, dan alat logistiknya," ujarnya.

Sementara itu, desa-desa yang belum memiliki lahan sesuai kriteria ideal tetap akan mendapatkan pembangunan KDKMP. Namun, pelaksanaannya dijadwalkan pada tahap berikutnya mulai 2027.

"Desa-desa yang belum punya lahan sesuai dengan eh tanah yang ideal tadi, misalkan di bawah 1.000, tetap dibangun, tapi tahap berikutnya, yaitu tahun 2027 dan seterusnya," tutur Yandri.

Menurut Yandri, pemerintah memprioritaskan pengoperasian gudang dan gerai yang telah selesai dibangun. Langkah tersebut diperlukan agar pelaksanaan program dapat dievaluasi secara bertahap sebelum pembangunan diperluas ke desa-desa lainnya.

"Sekarang kita fokus bagaimana yang sudah dibangun ini kita juga lakukan operasionalisasinya dulu. Jadi biar ada evaluasi sambil berjalan yang sudah terbangun gudang dan gerainya. Tapi yang belum, desa-desa yang belum, itu tetap akan kita lakukan pembangunannya," jelasnya.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut