Pemerintah Siapkan Perpres Ambil Alih Saham Whoosh ke Kemenkeu
Di dalam PSBI, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menjadi pemimpin konsorsium bersama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Perkebunan Nusantara I, dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
Berdasarkan data resmi pemerintah, proyek Whoosh mengalami pembengkakan biaya atau cost overrun sebesar 1,2 miliar dolar AS. Kondisi tersebut membuat total nilai investasi proyek meningkat dari semula 6,07 miliar dolar AS menjadi 7,27 miliar dolar AS.
Dari total pembengkakan biaya tersebut, sekitar 560 juta dolar AS ditutup menggunakan fasilitas pinjaman tambahan dari China Development Bank (CDB). Pinjaman ini memiliki suku bunga acuan sekitar 3,2 persen.
Akumulasi pinjaman membuat total liabilitas utang proyek kepada CDB mencapai lebih dari 5,1 miliar dolar AS. Beban tersebut selama ini turut menekan arus kas operasional PT KAI dan BUMN lain yang tergabung dalam konsorsium.
Dalam menyusun penyelesaian kewajiban finansial proyek, pemerintah menetapkan dua prinsip utama. Pertama, operasional Whoosh harus tetap berjalan untuk mendukung mobilitas masyarakat. Kedua, pengelolaan kewajiban keuangan harus terukur agar tidak mengganggu kondisi fiskal negara.
“Prinsip yang kita usung ada dua, yaitu layanan Whoosh harus tetap berjalan dengan baik sebagai bagian penting dari mobilitas masyarakat, serta menjaga kewajiban keuangan proyek agar dikelola terukur tanpa mengganggu kesehatan APBN maupun keberlangsungan layanan,” kata Evita.
Editor: Puti Aini Yasmin