Pemerintah Targetkan Pembatasan Pertalite Mulai Akhir 2026, Orang Kaya Dilarang Beli BBM Subsidi!
"Konsumsi mungkin akan sama, cuma subsidi akan berkurang karena sebagian terpaksa beli yang tidak bersubsidi. Kita lihat nanti seperti apa, kita sedang pelajari sistemnya seperti apa, yang jelas saya sudah lihat sistemnya bisa dijalankan, mobil per mobil, atau desil per desil. Yang jelas kita incar adalah yang atas aja supaya mereka beli sesuai dengan kemampuan mereka," kata dia.
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil menegaskan bahwa kriteria pembatasan secara teknis juga akan menyasar jenis kendaraan mewah yang beredar di jalan raya.
"Jadi gini, nanti menyangkut dengan pembatasan itu nanti kan ada jenis kendaraan. Jangan pakai BMW, pakai Mercy, masa pakai minyak subsidi. Itu yang dimaksudkan oleh Pak Menteri (Keuangan) tadi. Jadi teman-teman media tolong jangan dipelintir lagi. Ini penting saya luruskan," ucap Bahlil.
Di tengah gejolak harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP), Bahlil menekankan komitmen pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, harga BBM bersubsidi dipastikan tidak akan mengalami kenaikan.
"Yang kedua, saya sama Pak Menteri bersepakat bahwa harga ICP dunia yang tidak menentu sampai sekarang, kami dua punya komitmen atas dasar perintah Pak Presiden bahwa harga BBM subsidi tidak akan naik. Ini yang paling penting. Dan kami juga merumuskan ketika harga dunia itu turun maka harga yang non-subsidi pun bisa melakukan penyesuaian dengan harga dunia. Kalau turun, ya turun. Kalau naik, ya terkoreksi juga untuk kenaikan," tuturnya.
Editor: Aditya Pratama