Pemulihan Pascabencana Aceh, Fasilitas Umum di 16 Desa Dibersihkan dari Materiel Banjir
Selain penanganan infrastruktur, kata Dian, partisipasi masyarakat setempat juga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Semangat gotong royong diharapkan dapat memperkuat upaya membangun kembali kawasan terdampak sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.
"Semangat gotong royong menjadi fondasi penting dalam proses pemulihan ini. Kami percaya bahwa ketika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama, yang dibangun bukan hanya infrastruktur, tetapi juga kepercayaan diri dan harapan masyarakat untuk kembali bangkit. Bersama, kita tidak hanya memulihkan lingkungan, tetapi juga menguatkan harapan untuk kembali," ujar Dian.
Upaya pemulihan juga dilakukan setelah hujan deras mengguyur Aceh pada Sabtu (31/10/2026) malam dan menyebabkan sejumlah desa di beberapa kecamatan terendam banjir. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), banjir terjadi akibat meningkatnya debit air sungai setelah hujan dengan intensitas tinggi.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak, Brantas Abipraya turut menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk meringankan beban masyarakat. Bantuan tersebut melengkapi penanganan infrastruktur yang dilakukan di sejumlah wilayah.
Ke depan, sinergi dengan Kementerian PU dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat mengoptimalkan pemulihan wilayah terdampak. Selain mengembalikan fungsi infrastruktur dan fasilitas umum, langkah tersebut juga ditujukan untuk memperkuat ketahanan kawasan terhadap potensi bencana di masa mendatang.
Editor: Rizky Agustian