Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Keluarga Korban Berdatangan ke Ponpes Al Khoziny, Tangis Pecah di Lokasi Musala Ambruk
Advertisement . Scroll to see content

Penampakan Bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk, 33 Korban Dievakuasi

Senin, 29 September 2025 - 20:09:00 WIB
Penampakan Bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk, 33 Korban Dievakuasi
Bangunan empat lantai termasuk musala Ponpes AL Khoziny, Sidoarjo yang ambruk hingga menimbun puluhan santri, Senin (2/9/2025). (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

SIDOARJO, iNews.id – Tim SAR gabungan masih bekerja keras mengevakuasi santri yang terjebak reruntuhan ambruknya bangunan musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Desa Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (29/9/2025).

Hingga malam ini, SAR mengevakuasi 33 santri korban musala ambruk ponpes tersebut. Mereka dibawa ke rumah sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo untuk mendapat perwatan medis.

Terlihat ada 3 lantai bangunan yang mengalami ambruk. Puing-puing kayu juga tampak berserakan. Berdasarkan video yang diterima, puing-puing reruntuhan juga terlihat berserakan di lokasi yang membuat petugas kesulitan mendekati titik korban berada. "Tim SAR Gabungan dan Basarnas melakukan proses ekstrikasi di lantai  bawah dan sekitarnya," kata petugas.

Salah satu lokasi yang dilakukan evakuasi oleh tim SAR berada di lantai bawah ponpes tersebut. Tampak beton lantai dan besi malang melintang membuat petugas kesulitan melakukan proses evakuasi.

Petugas gabungan harus berjalan merangkak untuk bisa masuk ke lokasi reruntuhan dan melakukan proses evakuasi. Petugas tampak melakukan pemotongan tembok ataupun besi menggunakan alat sambil merangkak dan berjongkok karena ruang yang terbatas.

Proses evakuasi hanya bisa dilakukan secara manual oleh petugas. Maka itu, prosesnya membutuhkan waktu yang tak sedikit.

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit mengatakan, evakuasi korban harus dilakukan secara manual. Hal itu dilakukan karena kondisi bangunan ambruk itu sangat rawan merembet ke bangunan lain.

“Alat berat memang sudah disiapkan di lokasi, tapi belum kita gunakan karena kita khawatir getaran dari alat berat ini membuat bangunan lain rentan robih dan menimpa rescuer yang sedang bertugas di lokasi,” kata Nanang Sigit.
 
Nanang mengatakan, kendala evakuasi selain jumlah korban yang cukup banyak, bangunan yang ambruk juga cukup besar yakni empat lantai. 

“Masih ada kemungkinan kalau ada getaran itu bangunan ambruk lagi. Kami akan hati-hati terutama bagi rescuer agar tidak tertimpa bangunan,” ucapnya. 

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut