Penampakan Uang Rp20 Miliar Disita dari Pinjol Ilegal

Puteranegara Batubara · Senin, 25 Oktober 2021 - 14:25:00 WIB
Penampakan Uang Rp20 Miliar Disita dari Pinjol Ilegal
Penampakan uang pinjol ilegal (Foto: Puteranegara Batubara)

JAKARTA, iNews.id  - Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang digunakan sebagai modus tindak kejahatan pinjaman online (pinjol) dibongkar Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri. Uang barang bukti sebanyak Rp20,4 miliar disita.

Penyidik menyita uang itu dari tangan tersangka JS. Selain JS, polisi juga menangkap dua orang lainnya yakni, MDA dan SR. 

"Uang senilai Rp 20,4 miliar pada rekening bank atas nama KSP Solusi Andalan Bersama," kata Dir Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Helmy Santika, Senin (25/10/2021).

Pada konferensi pers kali ini, aparat menampilkan tumpukan uang pecahan Rp50.000 dan Rp100.000 yang terbangun plastik secara rapi. Hasil kejahatan pinjol berkedok KSP itu ditumpuk di atas meja konferensi pers. 

Masing-masing satu plastik besar itu berisikan uang senilai Rp1 miliar. Nantinya, rupiah tersebut akan disita untuk kebutuhan proses penyidikan hingga persidangan. 

Uang sitaan dari pinjol ilegal disita (Foto: Puteranegara Batubara)
Uang sitaan dari pinjol ilegal disita (Foto: Puteranegara Batubara)

Tumpukan uang yang didapatkan dari pinjol ilegal tersebut dikawal ketat mulai dari kedatangan, pelaksanaan hingga dibawa kembali ke tempat penyimpanan alat bukti. 

KSP bernama Solusi Andalan Bersama (SAB) ini menaungi beberapa anak perusahaan pinjol ilegal lainnya. Satu di antaranya adalah, Fulus Mujur. Aplikasi inilah digunakan oleh seorang ibu di Wonogiri, yang harus bunuh diri, lantaran tidak mampu membayar utang.

"Dari hasil penyelidikan, ditemukan bahwa korban meninggal gantung diri diakibatkan telah meminjam di 23 aplikasi pinjaman online ilegal. Salah satu di antaranya yaitu aplikasi 'FULUS MUJUR' yang dikelola oleh Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Solusi Andalan Bersama," ucap Helmy.

Lebih jauh, Helmy mengimbau kepada masyarakat untuk menyampaikan secara langsung apabila menemukan ataupun terlibat dalam praktik pinjol ilegal. 

"0812-1001-9202 nomor hotline untuk terima SMS dan WA pengaduan," tutur Helmy.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq

Bagikan Artikel: