Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Awas! Ini Pertanyaan Jebakan Kelompok Teroris Buat Rekrut Anak-Anak
Advertisement . Scroll to see content

Pengamat: Generasi Milenial Muslim Terpapar Radikalisme, Pelaku Teror

Sabtu, 01 Desember 2018 - 06:03:00 WIB
Pengamat: Generasi Milenial Muslim Terpapar Radikalisme, Pelaku Teror
Ilsutrasi radikalisme. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Generasi milenial Muslim Indonesia disebut telah terpapar paham radikal alias radikalisme. Demikian disampaikan Psikolog Anak dan Remaja, Arijani Lasmawati.

"Hasil temuan saya dari 18 orang dari kaum milenial yang terpapar radikalisme bahkan sudah on side (pada posisi) melakukan terorisme," katanya dalam keterangan tertulis Jumat (30/11/2018).

Salah satu penyebab generasi milenial muslim terpapar radikalisme, menurut dia adalah karena penggunaan teknologi. Arijani yang juga peneliti radikalisme, melakukan penelitian terhadap generasi milenial 12-18 tahun.

"Kenapa mereka terpapar, karena perkembangan teknologi yang justru menyebarkan (membuat negara) sekuler," ucapnya.

Faktor lainnya, dia menambahkan, peran orang tua dan lingkungan cukup signifikan mempengaruhi generasi muda sehingga menjadi radikal. Selain itu, tidak adanya pengaruh positif dari lingkungan keluarga, juga menjadi penyebab.

"Salah satu penyebab generasi milenial menjadi radikal ialah adanya orang yang dianggap bermakna di luar familinya. Ini terjadi karena figur di keluarganya tidak ada yang ia idolakan," tuturnya.

Adanya kelompok radikal yang tengah menaungi lingkungan pergaulan sehari-hari milenial juga turut berkontribusi membuat mereka terpapar radikalisme. Hadirnya doktrin dan bacaan bernafaskan radikalisme pun menjadi faktor, terlebih generasi muda yang kini semakin gemar membaca.

Di samping itu, faktor ekonomi juga menjadi alasan pemahaman ini dianut anak muda. Bahkan, keterbatasan akses politik juga bisa menjadi penyebab.

"Contoh ada wakil rakyat yang punya konstituen tapi tidak tersampaikan aspirasi konstituennya. Makanya mereka pakai cara lain agar suara mereka bisa didengarkan. Dualisme masyarakat juga bisa jadi penyebab, misalnya ada yang kontra pada tindakan terorisme tapi tak sedikit yang pro terorisme," jelas Arijani.

Editor: Djibril Muhammad

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut