Pengamat Ungkap Akar Permasalahan Demo Ricuh Agustus, Singgung Ketidakadilan dan Kemiskinan
"Saya tidak melihat jawabannya (permasalahan ekonomi) ada di MBG. MBG itu tak lebih dari sekadar kampanye politik untuk kepentingan Pemilu 2029,” kata dia.
Doktor jebolan Harvard University itu menilai, program MBG perlu dimoratorium dan evaluasi komprehensif usai maraknya kasus keracunan beberapa waktu lalu.
Selain itu, Sukidi menilai Presiden Prabowo harus memperhatikan perbaikan kualitas pendidikan, serta kesejahteraan guru dan menengah.
Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2025 tumbuh 5,12 persen secara tahunan (yoy) berdasarkan produk domestik bruto (PDB).
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), bila dibandingkan dengan kuartal I 2025 atau secara q-to-q, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 4,04 persen.