JAKARTA, INews.id – Beberapa wilayah di Indoensia mengalami bencana banjir bandang dan tanah longsor. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut bencana tersebut muncul antara lain karena masa transisi musim hujan ke musim kemarau yang diganggu oleh fenomena gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO).
Deputi I Bidang Meteorologi BMK, Mulyono Rahani Prabowo mengatakan, sebagian besar Indonesia memasuki masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau yang umumnya terjadi pada April hingga Juni. Pada celah transisi kemarau itu, ada potensi kondisi cuaca yang disebut sebagai Madden Julian Oscillation.
5 Alasan AS Serang Iran dengan Operasi Kemarahan Epik, Salah Satunya Ganti Rezim
Dia mengatakan, aktivitas musim di Indonesia sebenarnya masih dalam kondisi normal. Namun, karena adanya gangguan aktivitas MJO dalam kondisi transisi, curah hujan menjadi tinggi. Menurut Mulyono, MJO sebetulnya muncul di Samudera Hindia sejak dua hari yang lalu. Namun kemudian merambat ke arah timur hingga akan menyeberang ke wilayah Indonesia.
“Tumbuh di Samudra Hindia kemudian masuk ke Indonesia sehingga daerah Indonesia bagian barat dari Sumatra Barat, Bengkulu Lampung, Jawa bagian barat ini mengalami aktivitas pertumbuhan awan yang cukup lebat dan cukup kuat sehingga terjadi hujan cukup lebat,” katanya kepada iNews.id saat dihubungi, Minggu (27/4/2019).
Mulyono menuturkan, aktivitas MJO selanjutnya akan merambah ke arah bagian timur Indonesia. Jika dilihat pada perkembangan awan, fenomena tersebut akan bertahan hingga satu pekan ke depan.