Selain faktor MJO, dia menjelaskan, banjir di beberapa wilayah di Indonesia juga disebabkan permukaan lingkungan yang sudah tidak berimbang. Mulyono mengatakan, hujan yang turun ke permukaan tanah dibagi menjadi tiga. Ada yang diuapkan ke udara; diserap oleh tanah, kemudian; sisa dari yang diuapkan dan diserap akan dialirakan ke permukaan tanah.
“Sebelumnya, banjir jarang terjadi karena masih banyak daerah resapan, kemudian daerah itu mengalami tutupan karena bangunan padat. Kecenderungan daya serap di daerah itu otomatis akan menurun, sehingga ketika hujan turun, airnya tidak tergenang karena tak terserap oleh tanah,” kata dia menjelaskan.
Menurut Mulyono, penyebab tidak terhenti di situ saja. Sesuai sifatnya, air akan mengalir ke permukaan yang rendah. Ketika hujan turun, air akan mencari daerah rendah atau sungai. Jika sungai penuh dengan sampah atau mengalami penyempitan, air yang seharusnya mengalir dengan lancar ke laut akan terhambat, sehingga meluap.
Editor: Ahmad Islamy Jamil