Pentingnya Pemerataan Tenaga Medis dan Fasilitas Kesehatan di Tengah Pandemi Covid
Dalam data terbaru yang diambil dari laman resmi Kemenkes per 31 Desember 2020, Sumatera Utara menjadi satu-satunya provinsi di wilayah Sumatera dengan rasio dokter dan jumlah penduduk paling tidak ideal, yaitu 1:4.509 (satu dokter melayani 4.509 pasien). Hal itu mengindikasikan adanya ketidakmerataan tenaga medis di wilayah Sumatera, akibat penumpukan dokter di provinsi Sumatera Utara.
Sementara, di wilayah Jawa, hanya DI Yogyakarta yang dinyatakan ideal dengan rasio 1:2.376, dan Jawa Barat yang menempati posisi paling tidak ideal dengan jumlah tenaga dokter sebanyak 10.903. Kondisi tersebut menunjukkan adanya ketimpangan jumlah tenaga dokter antarprovinsi, sehingga diperlukan tindakan dari pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan ini.
Di wilayah Kepulauan Nusa Tenggara (Bali, NTT, dan NTB), Provinsi NTT dan NTB termasuk dalam kondisi yang ideal dengan rasio tenaga dokter dan jumlah penduduk sebesar 1:1.001 dan 1:1.155. Adapun Provinsi Bali, berada dalam kondisi yang tidak ideal dengan 1 dokter harus melayani 2.660 jiwa. Kemudian di wilayah Kalimantan, kelima provinsi termasuk dalam kondisi yang ideal dengan tenaga dokter terbanyak dimiliki oleh provinsi Kalimantan Timur (1.496 orang), dan Kalimantan Utara dengan jumlah tenaga dokter paling sedikit (348 orang).
Di Sulawesi, hanya Sulawesi Selatan yang termasuk dalam kondisi tidak ideal (angka rasio tenaga dokter dengan jumlah penduduk 1:2567. Sementara, provinsi dengan jumlah tenaga dokter yang paling sedikit jatuh kepada Provinsi Sulawesi Barat, yaitu sebanyak 375 orang dengan jumlah penduduk sebesar 1.355.554 jiwa.
Dalam wilayah Kepulauan Maluku, Provinsi Maluku dan Maluku Utara telah berada dalam kondisi yang ideal apabila dilihat dari perbandingan rasio tenaga dokter dengan jumlah penduduk, yaitu 1:585 dan 1:403.
Di wilayah Papua, Provinsi Papua Barat menjadi provinsi dengan jumlah tenaga dokter paling sedikit di Indonesia, yaitu sebanyak 382 orang.
Baca pembahasan seputar Garda Depan Pandemi selengkapnya di Sindonews.
Editor: Faieq Hidayat